Wabah Virus Corona

Tablighi Jamaat Disorot Tajam, Ratusan Pesertanya Dinyatakan Positif Corona

Tablighi Jamaat mendapat sorotan tajam, akibat berulang kali mengadakan pertemuan besar meski sudah ada peringatan tentang bahaya virus corona.

(RAJAT GUPTA/EPA-EFE)
Lebih dari 1.000 peserta tabligh akbar yang digelar di Nizamuddin, New Delhi, India, dipindahkan dari lokasi, dan 24 di antaranya positif terinfeksi virus corona. Tabligh akbar ini digelar pada 31 Maret 2020. 

Kemudian Jaffar Ahmed seorang peneliti yang berbasis di Karachi mengatakan, pihak berwenang seharusnya berbuat lebih banyak untuk menghentikan pertemuan Tablighi Jamaat.

"Itu seharusnya bisa dicegah oleh pemerintah," katanya pada jurnalis AFP.

"Mereka seharusnya dihentikan di tempat kedatangan. Mereka seharusnya tidak diberi visa," lanjut Ahmed seraya mengatakan mereka bukan tipe orang yang akan memprotes.

Salah seorang jurnalis AFP menceritakan, minggu ini lima anggota Tablighi Jamaat mendatanginya di Pakistan.

Dua orang tidak memakai masker, dan salah satunya menyodorkan tangannya untuk berjabat.

"Kemudian mereka menyuruh saya datang dan berdoa di masjid terdekat," kata wartawan itu.

"Mereka memberi tahu saya bahwa hidup dan mati ada di tangan Allah."

Salah satu ulama Tablighi Jamaat bernama Naeem Butt, menolak organisasinya disalahkan terkait banyaknya kasus virus corona dari peserta Tablighi Jamaat.

Ia mengatakan pertemuan di Pakistan berakhir lebih awal setelah diminta pihak berwenang, tapi pada 12 Maret panitia menyalahkan cuaca hujan karena penutupan dini itu.

"Kami menghentikan kegiatan kami ketika pihak berwenang meminta kami," ucap Butt. "Virus ada di mana-mana, jadi mengapa menuduh kami?"

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved