Berita Video
Video Perajin Eceng Gondok di Tuntang Semarang Alami Penurunan Omzet
Wabah corona tak menghentikan kreativitas pelaku UMKM. Salah satunya perajin eceng gondok Bengok Craft di Tuntang, Kabupaten Semarang.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Berikut ini video perajin eceng gondok di tuntang Semarang alami penurunan omzet.
Wabah corona tak menghentikan kreativitas pelaku UMKM.
Salah satunya perajin eceng gondok Bengok Craft di Tuntang, Kabupaten Semarang.
Kerajinan berbahan dasar eceng gondoknya sepi pembeli, perajin di Bengok Craft tak kehilangan akal, dengan memproduksi masker kain berwarna-warni.
Ditemui di rumah produksinya di Dusun Sejambu, Desa Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis (9/4/2020) siang, Firman Setyaji (29) pemilik Bengok Craft mengaku barang-barang berbahan dasar eceng gondoknya sepi pembeli sejak bulan Maret 2020.
Barang-barang yang dibuat tersebut meliputi gelang, sandal, tas, kursi, casing ponsel, topi, dan lain-lain. Penjualan barang-barang tersebut menurutnya hingga sampai mancanegara.
"Akibat pandemi corona ini sejak Maret omset turun mencapai 70 persen.
Biasanya omset bulanan sebelum corona Rp15 juta, sejak Maret mencapai Rp4-5 jutaan," jelasnya.
Akibat sepinya pembeli, ia pun sejak April 2020 memutuskan beralih membuat masker kain warna-warni.
Terlebih, menurutnya sejak wabah corona ini masyarakat Indonesia susah mencari masker.
"Saya lihat di jualan online, harga masker kok dinaikkan 100 persen, mahal sekali. Lalu saya tergerak untuk mencoba membuat masker kain," katanya.
Memberdayakan lima orang penjahit yang ada di sekitar Tuntang Kabupaten Semarang, Firman pun mulai memproduksi masker kainnya tersebut.
Sehari, ia mampu memproduksi 250-300 masker kain warna-warni.
"Kami menjual masker itu Rp3 ribu per helai," paparnya.
Namun ia tak melulu berpikir tentang laba.