Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Sikap Pemkab Semarang Mengenai Penolakan Pemakaman Jenazah Terpapar Corona

Ngesti menjelaskan, saat ini Pemkab Semarang masih menyiapkan lahan pemakaman bagi jenazah pasien corona di Kabupaten Semarang

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Berikut ini Video sikap Pemkab Semarang mengenai penolakan pemakaman jenazah terpapar corona

Pemkab Semarang memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Semarang terkait warga kabupaten Semarang yang meninggal disebabkan corona.

Hal tersebut mengacu kepada penolakan oleh warga di Suwakul, Bandarjo, Ungaran Barat Kabupaten Semarang terhadap perawat RSUP Dr. Kariadi yang meninggal dunia disebabkan corona, saat akan dimakamkan di daerah Suwakul, Kamis (9/4/2020) kemarin.

"Atas perintah pimpinan kami akan terus melangkah lebih menggiatkan sosialisasi mengenai perlakuan terhadap pasien corona yang meninggal dan dimakamkan," jelas Kadinkes Kabupaten Semarang Ani Rahardjo, di kantor Bupati Semarang, Jumat (10/4/2020).

Menurut Ani sebenarnya sudah ada protokol yang telah ditentukan terkait penanganan jenazah pasien corona yang akan dimakamkan.

Pengurusan jenazah pun, lanjut Ani, ditangani secara khusus oleh tim pemulasaran yang dibentuk Pemkab Semarang.

"Protokol itu terus kami ikuti."

"Jadi hal ini akan terus kami ungkapkan kepada masyarakat supaya mereka paham bahwa jenazah yang telah dilakukan pemulasaran sesuai protokol aman dan tak perlu ada kekhawatiran berlebihan," kata Ani.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan bahwa perawat tersebut meninggal dunia di RSUP Dr Kariadi Kota Semarang, Kamis siang kemarin.

Semestinya, jenazah dimakamkan di TPU di Suwakul, Bandarjo, Kabupaten Semarang, di sebelah pemakaman ayahnya.

"Namun terjadi miskomunikasi. Kami dari perwakilan Pemkab berada di sana, kami melakukan musyawarah ke tokoh masyarakat setempat."

"Di tengah musyawarah, dari pihak keluarga perawat tersebut akhirnya memutuskan dipindah saja pemakamannya di Bergota Kota Semarang, komplek makam keluarga Dr Kariadi," katanya.

Ngesti menjelaskan, saat ini Pemkab Semarang masih menyiapkan lahan pemakaman bagi jenazah pasien corona di Kabupaten Semarang.

Saat ini menurutnya tempat makam di komplek belakang kantor DPRD Kabupaten Semarang sudah disiapkan bagi jenazah pasien Corona meninggal, tetapi Pemkab masih menyiapkan lahan pemakaman lainnya yang lebih representatif.

"Saat ini sudah ada beberapa opsi, namun untuk kepastian masih akan diputuskan oleh Bupati Semarang sekaligus ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved