Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Hendi Minta Kepolisian Terus Proses Kasus Penamparan Perawat di Semarang

Minggu (12/4) Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta jajaran kepolisian untuk terus memproses kasus penamparan perawat di Klinik Pratama

Tayang:
Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Minggu (12/4) Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta jajaran kepolisian untuk terus memproses kasus penamparan perawat di Klinik Pratama Dwi Puspita, Kota Semarang.

Dia menegaskan pemrosesan oknum penganiayaan tersebut secara hukum, akan menjadi shock therapy bagi seluruh pihak untuk tidak bertindak arogan, terkhusus kepada tenaga medis yang sedang bertugas.

Apalagi terjadinya kejadian penamparan tersebut bermula dari diingatkannya pelaku untuk menggunakan masker, yang saat ini memang wajib untuk setiap orang di tengah wabah virus corona.

Sambil Menahan Tangis, Penampar Perawat di Semarang : Saya Menyesal dan Minta Maaf

Penampar Perawat di Semarang Akhirnya Ditangkap Polisi, Ternyata Penjaga Malam Sekolah Dasar

Kuras Tabungan, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Sanggup Bayar 55 Karyawan Hanya Sampai Desember 2020

Pengakuan Warga Kalianda: Gunung Anak Karkatau Keluarkan Asap Berbentuk Cendawan

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun menyatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut, dimana saat ini tenaga medis adalah menjadi garda terdepan dalam penanganan virus Corona atau COVID-19 di Indonesia, khususnya Kota Semarang.

"Saya sampaikan kepada kawan-kawan kepolisian untuk pemrosesan yang bersangkutan supaya terus berjalan, supaya menjadi shock therapy bagi semuanya agar tidak bertindak arogan kepada para tenaga medis yang sedang bertugas," ungkap Hendi.

"Saya sangat prihatin dengan tindakan tidak terpuji tersebut. Semua harus mematuhi aturan yang ada, kalau diminta jaga jarak ya harus jaga jarak, kalau diminta pakai masker yang harus pakai masker," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang tersebut juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Semarang akan besarnya pengorbanan tenaga medis dalam situasi saat ini.

"Tenaga medis ini berjuang luar biasa, berkorban tenaga, berkorban pikiran, juga nyawa.

Mereka bahkan harus terpisah dari keluarganya sementara waktu, karena adanya potensi penyebaran COVID-19 yang sangat cepat," terang Hendi.

"Menuruti apa yang disarankan dan diminta oleh para tenaga medis adalah salah satu cara menghargai jerih payah mereka, sehingga harus diikuti," tambahnya.

Di sisi lain, dirinya pun menyampaikan permohonan maaf kepada para tenaga medis di Indonesia atas perlakuan tidak terpuji yang dilakukan salah satu oknum warga Kota Semarang itu.

"Buat kawan-kawan medis, kami atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Semarang memohon maaf adanya arogansi oknum yang terjadi," tutur Hendi.

"Kami berharap kawan-kawan tenaga medis tetap semangat, bangsa ini membutuhkan upaya kawan - kawan dalam penanangan COVID-19, muda -mudahan kedepannya ada hal baik yang kita dapatkan bersama," tekannya.(*)

Ketahuan Pakai Kamera Jahat, Selebgram Ini Hapus Akun Medsos, Foto Asli Telanjur Viral

Anang Hermansyah Akhirnya Buka Suara Soal Rencana Aurel Nikah Muda: Ga Ada yang Berani Ngomong

Menolak Diisolasi, PDP Corona Klaster Ijtima Jamaah Tabligh Ngamuk Ancam Perawat dan Dobrak Pintu

Harga Oppo A9 2020 Turun Lagi, Ini Harganya Sekarang

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved