Virus Corona Jateng
Masa Belajar di Rumah di Kabupaten Kendal Diperpanjang hingga 26 April 2020
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa Paud, TK, Sekolah Dasar (SD) sederajat, serta Sekola
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa Paud, TK, Sekolah Dasar (SD) sederajat, serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat hingga 26 April 2020.
Hal itu berdasar pada Surat Edaran Nomor: 420/11329/Disdikbud tentang Layanan Penyelenggaraan Pendidikan dalam Rangka Pencegahan Penularan dan Penyebaran Infeksi Corona Virus Disiase (Covid-19) di Kabupaten Kendal.
Perpanjangan 2 pekan ini terhitung mulai 13 April hingga awal Ramadhan.
• Penampar Perawat di Semarang Akhirnya Ditangkap Polisi, Ternyata Penjaga Malam Sekolah Dasar
• Kuras Tabungan, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Sanggup Bayar 55 Karyawan Hanya Sampai Desember 2020
• Pengakuan Perawat di Semarang yang Ditampar Satpam SD, Sempat Diancam Akan Dibunuh
• Sambil Menahan Tangis, Penampar Perawat di Semarang : Saya Menyesal dan Minta Maaf
Masa belajar di rumah pun diperkirakan akan terus berlanjut selama wabah corona belum bisa dikendalikan.
Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, mengatakan dengan perpanjangan masa belajar peserta didik di rumah, ia berharap pembelajaran yang diusung para tenaga pendidik harus mempertimbangkan kesenjangan fasilitas dan psikologi anak.
Tugas-tugas yang bisa diberikan pada siswa bisa berupa kecakapan hidup meliputi tata cara beribadah, berdoa, olahraga, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, kewajiban anak kepada orangtua, serta pendidikan yang dapat membangun karakter anak.
"Selain membuat konsep belajar yang menyenangkan, kami juga meminta seluruh warga pendidikan agar mengembangkan kepedulian sosial di kondisi saat ini.
Terutama saat kondisi ekonomi mengalami penurunan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (12/4/2020).
Menggandeng semua pegawai Disdikbud, Paud, TK, SD, SMP, Kordinator Wilayah Kecamatan, Pengawas, serta Penilik, pihaknya membentuk posko penggalangan dana sukarela guna membantu penanganan corona.
Sebagian besar dari dana terkumpul akan diserahkan kepada posko gugus tugas kabupaten dalam 3 hari ke depan berupa sembako dan masker.
Sebagian dana terhimpun dialokasikan juga untuk membantu warga yang kurang mampu di sekitar lingkungan sekolah maupun tempat tinggal tenaga pendidik.
Seperti orangtua siswa yang membutuhkan, penjual yang biasa mangkal di depan sekolah, penjaga sekolah, dan warga sekitar sekolah.
"Sekarang masih proses menghimpun.
Jadi temanya insan pendidikan berbagi.
Sifatnya keikhlasan, tanpa paksaan sebagai bentuk solidaritas dan rasa syukur. Rencana rabu kita serahkan," terang Wahyu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-disdikbud-kendal-wahyu-yusuf-akhmadi-usai-menghadiri-rapat-koordinasi-gugus.jpg)