PON 2020
Tim PON Sepakbola Jateng Selesaikan Pendaftaran Pemain Sementara
Pengurus tim cabang olahraga (cabor) sepakbola Jateng yang dipersiapkan mengikuti PON 2020 di Papua sudah menyelesaikan pendaftaran atlet
Penulis: hesty imaniar | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengurus tim cabang olahraga (cabor) sepakbola Jateng yang dipersiapkan mengikuti PON 2020 di Papua sudah menyelesaikan pendaftaran atlet, baik by number maupun by name sementara.
Tahapan tersebut dilakukan karena berkas para pemain tambahan sudah diserahkan ke KONI Jawa Tengah.
"Memang ini belum final. Kami berharap KONI Pusat memberikan regulasi baru terkait pendaftaran by name," kata Asisten Manajer Didik Saptiyono, Senin (13/4/2020).
• BREAKING NEWS: Kecelakaan Tabrak Lari di Semarang, Mobil Seret Motor 1,4 Km, Sopir Dihajar Warga
• Bima Arya Sembuh Corona, Walikota Bogor Rutin Minum Air Rebusan Jahe dan Sirih Merah Selama di RS
• Tubuh Ganjar Terbakar Saat Mainan Hand Sanitizer
• Ashanty Berikan Reaksi Tak Terduga Saat Aurel Hermansyah Curhat Kangen Atta Halilintar
Jateng sudah mendaftarkan nama 30 pemain yang dimasukkan dalam daftar by name sementara.
Sesuai regulasi KONI dan PB PON, sepakbola diperbolehkan mendaftarkan 40 pemain sebagai bank data pemain.
"Dari daftar ini sampai waktu pendaftaran by name akan diciutkan menjadi 20 pemain saja yang boleh mengikuti PON," imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI Jateng itu mengatakan kondisi sekarang sangat tidak ideal dalam memilih dan memutuskan nama atlet.
Adanya wabah virus corona membuat hampir semua cabang tidak bisa menggelar TC secara maksimal.
Bahkan sebagian besar materi yang didaftarkan by name sementara di PON Papua adalah pemain-pemain yang memperkuat Pra-PON Jateng beberapa waktu lalu di Bekasi.
Padahal sepakbola adalah cabang yang lolos nomor bukan lolos atlet.
"Seharusnya kami secara bertahap melakukan seleksi ulang atau melakukan selekda secara terpusat untuk mencari materi-materi baru. Tapi karena situasi yang tidak ideal ini, kami susah melakukan seleksi," bebernya.
"Jangankan seleksi, untuk melakukan TC saja tidak bisa dilakukan. Ini sesuai imbauan pemerintah untuk sementara tinggal di rumah dan menghentikan pengumpulan massa," tegasnya.
Namun, Didik merasa yakin jika ada perpanjangan masa pendaftaran by name atlet sampai saatnya PON berlangsung, akan muncul atlet-atlet potensial yang selama ini luput dari pantauan .
"Kalau sekarang kami nyaris tidak bisa memaksimalkan potensi daerah," tandasnya. (hei)
• Beredar Pesan WA Pemerintah Akan Gratiskan Internet, Jangan Klik Link-nya! Ini Penjelasan Kominfo
• Inilah Sosok Anisha Isa Calon Mantu Sultan Bolkiah-kah? Bukan Orang Sembarangan
• Anak Perawat RSUP Dr Kariadi Semarang yang Meninggal Karena Corona Dapat Beasiswa Penuh Unimus
• Warga Suwakul Kini Ketakutan Ditolak Perawat Jika Sakit, PPNI Jateng: Kami Jamin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/stadion-papua-bangkit-jelang-pon-2020.jpg)