Liga 1 2020
Kala Manajemen PSIS Semarang Keluarkan Rp 300-an Juta per Bulan Selama Jeda Kompetisi
Di tengah pandemi virus corona, manajemen PSIS Semarang tetap merogoh kocek cukup dalam untuk biaya operasional klub.
Manajemen PSIS Semarang Keluarkan Rp 300-an Juta per Bulan Selama Jeda Kompetisi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Di tengah pandemi virus corona, manajemen PSIS Semarang tetap merogoh kocek cukup dalam untuk biaya operasional klub.
Saat ini kompetisi Liga 1 2020 dihentikan, praktis manajemen Mahesa Jenar harus pintar mengatur pengeluarannya. Manajemen PSIS harus memutar otak guna mendapatkan dana operasional klub selama kompetisi dihentikan.
Pengeluaran yang cukup banyak, yakni anggaran untuk menggaji pemain, pelatih, dan ofisial tim. Pengeluaran tersebut menyedot 75 persen dana yang harus dikeluarkan oleh manajemen tiap bulannya.
Di sisi lain, PSIS juga harus mengeluarkan biaya operasional untuk perawatan dua stadion, yakni Stadion Citarum, Kota Semarang, dan Stadion Kebondalem, Kendal.
''Saat ini keuangan klub bisa dikatakan minus karena tidak ada pemasukan sama sekali.
Selama ini, pemasukan cukup besar dari laga kandang melawan Arema FC di Stadion Moch Soebroto Magelang, beberapa waktu lalu.
• Update Corona Dunia Hari Ini: Kabar Terbaru di China Ada 46 Kasus Baru dan 1 Meninggal Dunia
• Komunitas Pendukung PSIS Lelang Jersey Legenda PSIS Muhammad Ridwan, Dibuka Rp 1 Juta
• Misteri Mayat Laki-laki dan Perempuan di Solo Terungkap, Pelaku Diamankan Bersama Uang Rp 725 juta
• Dampak Wabah Corona: Kisah Pemulung Pendapatannya Berkurang, Terpaksa Makan Mi Instan Sisa Anak
Adapun dari sponsor baru tahap pertama yang masuk,'' kata General Manager PSIS Semarang, Wahyu 'Liluk' Winarto, Rabu (15/4).
Seperti diketahui, tahun ini PSIS mendapat mandat mengelola Stadion Citarum dari Pemkot Semarang.
Selain itu, PSIS juga menunjuk Stadion Kebondalem Kendal sebagai homebase untuk menggelar laga kandang di kompetisi Liga 1 2020.
Tentunya, PSIS memiliki tanggung jawab untuk memelihara dua stadion itu
Adapun untuk perawatan Stadion Citarum dan Stadion Kebondalem ini manajemen harus mengeluarkan biaya antara Rp 100 juta - Rp 150 juta per bulan.
Adapun untuk menggaji pemain dan official tim, setelah dipotong 75 persen sesuai SK PSSI, manajemen Mahesa Jenar mengeluarkan dana lebih dari Rp 175 juta setiap bulan.
Liluk menyebut, untuk menutup pengeluaran tersebut, mau tidak mau manajemen harus mengeluarkan kantong pribadi. Kendati demikian, Liluk menyebut, yang terpenting saat ini pihaknya ingin tim dan oficial tim tetap aman di tengah ancaman virus corona.
''Saat ini kami masih fokus untuk kesehatan pemain, pelatih, dan ofisial. Belum berpikir apakah nanti Liga musim ini harus berhenti. Itu akan dilihat dengan mempertimbangkan kondisi wabah Covid-19 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/psis-semarang-aqsha-saniskara-prawira-dan-patrick-silva-mota.jpg)