Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bursa Mobil Seken

Apa Kabar Penjualan Mobil Seken di Kota Semarang? Benarkah Pembeli Terkendala Leasing

Sebut saja mobil bekas Avanza, Xenia, Mobilio, dan lain-lain masih dipilih pedagang dengan alasan mudah dijual lagi.

Tayang:
ISTIMEWA
Ilustrasi Bursa Mobil Seken 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Penjualan mobil bekas atau seken terhitung sejak Januari hingga April ini terus mengalami penurunan.

Januari Februari penjualan mobil bekas turun karena terdampak banjir Jakarta. Belum sempat pulih, Maret dihantam oleh pandemi virus corona atau Covid-19 yang membuat penjualan makin merosot.

Penurunan penjualan mobkas terjadi di Jakarta, Semarang dan kota besar lainnya.

Dampak Covid-19 ini benar-benar membuat daya beli masyarakat turun drastis.

Apalagi dengan kebijakan pemerintah membatasi segala aktivitas, kerja di rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah.

Banyak orang jual aset termasuk mobil untuk mencukupi kebutuhannya. Sedangkan orang yang beli mobil tidak bertambah.

Inilah Penjelasan Dewan Pakar IDI tentang Virus Corona Berpotensi Mati dengan Sendirinya

Siapa Mafia Impor Obat dan Alkes yang Disebut-sebut Erick Thohir?

Promo Indomaret 16-30 April 2020, Diskon Sejumlah Produk Bulan Ini, Berikut Daftarnya

Update Corona Global 20 April 2020: Amerika jadi Negara dengan Korban Terbanyak Sudah 40,553 Korban

Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto menyebut, pedagang tidak sembarangan dalam membeli mobil, akan lebih selektif.

Sebut saja mobil bekas Avanza, Xenia, Mobilio, dan lain-lain masih dipilih pedagang dengan alasan mudah dijual lagi. Unit-unit itu yang dibutuhkan masyarakat, maka pedagang pun masih berani membelinya.

Herjanto menyarankan, jangan jual mobil jika tidak benar-benar kebutuhan mendesak. Kondisi saat ini sedang tidak bagus untuk jual mobil.

Karena dikhawatirkan, penawaran akan rendah. Alasannya stok dagangan mobil yang lama belum terjual.

Halomoan, Presdir Mobil88 menyebut, dampak pandemi memang membuat ekonomi down dan banyak pekerja yang dirumahkan. Itu makanya saat ini bukan waktu yang tepat untuk jual mobil.

Di Kota Semarang pun demikian. Sebut saja bursa mobil bekas Telomoyo, Jalan Gajahmada, Kota Semarang. Biasanya ramai pengunjung di bursa mobil ini.

Namun sejak pandemi Covid-19, hanya ada satu dua calon pembeli datang. Kamis (16/4) Tribun Jateng menyambangi lokasi tersebut, suasana tampak sepi, meski banyak mobil dagangan berjajar.

Pengelola bursa mobil bekas Telomoyo, Cincin mengungkapkan dampak pandemik Covid 19 ikut dirasakan pelaku usaha jual beli mobkas.

Kondisi semakin parah saat pemerintah Kota Semarang memberlakukan penutupan beberapa ruas jalan. "Saat lockdown penurunan mulai dirasakan. Kami sempat tutup tiga hari pada saat penutupan jalan Simpang Lima beberapa waktu lalu," kata Cincin.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved