Berita Solo

Menantu Tukang Becak Bantah Sudah Berdamai dengan 3 Satpam Museum Keris Solo, Kasus Berlanjut

Menantu tukang becak korban dugaan penganiayaan 3 satpam Museum Keris Solo menyatakan belum ada kesepakatan berdamai.

Istimewa Facebook
3 Satpam memukuli seorang tukang becak yang diduga maling di Museum Keris Solo, Minggu (19/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Menantu tukang becak korban dugaan penganiayaan 3 satpam Museum Keris Solo menyatakan belum ada kesepakatan berdamai.

Namanya Toni Hardiyanto. 

Dia adalah menantu Ngadino Cipto Wiyono, seorang tukang becak korban dugaan penganiyaan 3 Satpam Museum Keris Solo.

Video aksi main hakim itu sudah viral di media sosial Facebook dan Instagram. 

Kebanyakan netizen mengutuk aksi main hakim sendiri itu.

Toni menyanggah pernyataan Kapolsek Laweyan, Kompol Ari Sumarwano, yang sebelumnya menyampaikan kasus itu berujung damai. 

Berikut beritanya:

Kasus Viral 3 Satpam Pukuli Tukang Becak Dikira Maling di Museum Keris Solo Berakhir Damai

"Belum ada (kata damai)," kata Toni, Senin (20/4/2020).

Toni mengaku pihak keluarga sebetulnya sudah mencoba melapor ke Polsek Laweyan. 

"Baru malamnya, saya langsung ke Polsek buat laporan, sama sekali tidak ada tanggapan, saya tunggu sampai Sabtu siang," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved