Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Ratusan Nasabah BMT di Kabupaten Tegal Laporkan Penipuan

Empat Ibu-ibu warga Suradadi mendatangi Polres Tegal Bagian Unit ll Tindak Pidana Tertentu, Senin siang (20/4/2020).

Tayang:

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Berikut ini video ratusan nasabah BMT di Kabupaten Tegal laporkan penipuan

Empat Ibu-ibu warga Suradadi mendatangi Polres Tegal Bagian Unit ll Tindak Pidana Tertentu, Senin siang (20/4/2020).

Tujuan mereka, ingin melaporkan tindak penipuan yang dilakukan oknum di BMT Lestari Muammalat yang menggelapkan uang mencapai Rp 4 Miliar.

Seorang pelapor sekaligus korban penipuan, Ropiah (60) mengaku mulai curiga karena ketika akan mengambil uang di BMT tersebut selalu dipersulit dan ditunda dengan berbagai macam alasan.
Padahal diakui Ropiah uang tersebut akan digunakan untuk berobat.

"Total kerugian yang saya dan anak saya alami sekitar Rp 315 juta. Dengan rincian anak saya Rp 200 juta dan saya Rp 115 juta.

Awalnya pihak BMT menjanjikan ke kami mendapat untung tiap bulannya, namun sudah dua tahun belakangan ini semakin tidak jelas dan susah ditemui," ungkap Ropiah, pada Tribunjateng.com, Senin (20/4).

Ropiah awalnya tak menaruh curiga, lantaran lancar dan tidak ada kendala.

Hingga dua tahun terakhir atau tepatnya tahun 2018 semakin sulit, bahkan meminta uang Rp 1 juta pun tidak bisa.

Saat warga berusaha menemui Manager BMT Lestari Muammalat yang bersangkutan sudah tidak ada atau kabur.

Kantornya pun sudah ditutup atau tidak beroperasi lagi.

"Saya bergabung di BMT ini sejak tahun 2017. Korban penipuan jika dihitung ada ratusan orang dengan total nilai kerugian mencapai Rp 4 miliar lebih," ujarnya.

Korban penipuan, Dwi Wasiati menuturkan, sebelumnya perwakilan dari nasabah BMT Lestari Muammalat sudah ada yang pernah melapor tepatnya 1,5 tahun yang lalu.

Pada saat itu sudah ada tindakan yaitu pemanggilan kepada perwakilan pihak BMT.

Namun, setelah itu tidak ada lagi kelanjutan kasusnya sehingga Ia dan korban yang lainnya inisiatif untuk kembali melakukan laporan.

"Kalau saya pribadi kerugian mencapai Rp 155 juta.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved