Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Selama Covid-19, Pedagang Pasar di Kota Semarang Dapat Keringanan Retribusi

Setelah sebelumnya mengeluarkan kebijakan penggratisan retribusi untuk pedaganan kaki lima (PKL) di Kota Semarang

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat keliling ke pasar tradisional 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah sebelumnya mengeluarkan kebijakan penggratisan retribusi untuk pedaganan kaki lima (PKL) di Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang kembali mengeluarkan kebijakan untuk meringankan beban para pedagang di tengah suasana pandemi virus corona atau Covid-19, yang berimbas pada perekonomian masyarakat.

Kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Semarang tersebut adalah dengan memberikan diskon sebesar 50 persen untuk retribusi pedagang pasar. 

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, diskon retribusi pasar itu akan berlaku mulai Mei mendatang hingga tiga bulan ke depan.

Berkat CCTV, Pembunuh Ika Puspita Semarang Ditangkap, Pelaku Tersinggung Dihina Soal Biaya Kencan

Arif Sempat Tanyai Istrinya Sebelum Tewas Pesta Miras Oplosan dengan Siapa? Vera: Minum dengan Galon

Ini Wajah Pembunuh Ika Puspita Wanita Asal Semarang Tewas di Apartemen Surabaya, Kenal Lewat MiChat

Cerita Feni Ngaku Deg-degan Ketika Lihat Ambulans Lewat Saat Ziarah ke TPU Tegal Alur

Sementara itu Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu sendiri juga tak menutup kemungkinan jika kebijakan tersebut dapat diperpanjang menyesuaikan kondisi ke depan.

“Jika pandemi Covid-19 belum berakhir, diskon potongan 50 persen tersebut akan dilanjutkan. Kami sudah ketemu beberapa asosiasi pedagang pasar. Mereka mengeluh retribusi. Akhrinya kami putuskan retribusi pasar kami kurangi 50 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendi juga menegaskan, dalam rangka menekan potensi penyebaran COVID-19 di pasar - pasar yang ada di Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang berupaya melakukan penyemprotan disinfektan, serta mengedukasi para pedagang tentang protokol kesehatan.

“Kami terus lakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan, untuk dapat dipahami para pedagang. Kami sampaikan kepada pengelola pasar dan pedagang harus pakai masker.

Kemarin juga kami lakukan penyemprotan disinfektan serentak di 37 pasar,” ungkapnya.

Di sisi lain Hendi juga menghimbau masyarakat agar juga dapat mendukung berjalan tertibnyanya protokol kesehatan dalam berkegiatan.

Untuk itu Wali Kota Semarang tersebut meminta untuk para pedagang tidak melayani pembeli yang tidak menggunakan masker.

"Jika pembeli tidak memakai masker, tidak usah dilayani. Jangan sampai orang masuk pasar tidak pakai masker.

Kalau tidak ada bagaimana caranya kepala pasar bisa berinovasi menyiapkan masker buat pedagang dan pembeli,” mintanya.(*)

Viral Foto Korban Begal Tergeletak di Pinggir Jalan di Semarang, Ini Faktanya

Menkumham Yasonna Laoly Digugat Gegara Bebaskan Napi Program Asimilasi Cegah Corona

Banting Harga, Diskon Besar-besaran Fortuner Tembus Rp 100 Juta, Innova Rp 70 Juta

Kakek Berumur Hampir 1 Abad Menikah saat Wabah Corona di Blora, Mempelai Sempat Gelisah Soal Aturan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved