Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Paripurna Pertama DPRD Jateng di Tengah Wabah Virus Corona, 51 Orang Absen

DPRD Jawa Tengah menggelar Rapat Paripurna pertama di tengah pandemi virus corona Covid-19, Senin (27/4/2020).

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Sidang paripurna DPRD Jateng melalui virtual atau daring.dok DPRD Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Jawa Tengah menggelar Rapat Paripurna pertama di tengah pandemi virus corona Covid-19, Senin (27/4/2020).

Rapat dihadiri 19 anggota dewan secara fisik dan 50 anggota dewan secara daring atau virtual dari 120 legislator.

Sementara, anggota dewan lainnya izin untuk tidak mengikuti Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Tengah Akhir Tahun Anggaran 2019.

Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report

MAU KE SEMARANG BACA INI! Mulai Hari Ini Kendaraan Bukan Plat H akan Dihentikan

Kenyang Makan Bakso Gratis di Semarang Timur, Daniel Curi Motor Tukang Baksonya

Diledek Sebagai Calon Pacar Ariel NOAH, Konglomerat Dita Soedarjo Sebut Tak Mungkin

Saat membuka sidang, Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto menjelaskan semua pihak mesti melakukan penyesuaian di tengah pandemik ini, tak terkecuali DPRD Jateng.

"Ketika jaga jarak dan tetap di rumah dikampanyekan, maka konferensi video jadi pilihan agar agenda legislasi tetap berjalan," kata pria yang akrab disapa Krebo tersebut.

Menurutnya, anggota dewan yang hadir secara fisik merupakan perwakilan dari fraksi.

"Namun, sesuai ketentuan, sidang ini telah memenuhi kuorum," katanya.

Dalam rapat itu, Krebo, menegaskan bahwa DPRD Provinsi Jateng mendukung langkah pemprov dalam upaya pencegahan persebaran Covid-19.

Satu di antaranya yakni dengan memangkas anggaran kegiatan untuk penanggulangan dampak penyakit tersebut.

"Kami mendukung program yang dijalankan oleh eksekutif untuk pemberantasan dan penanggulangan dampak dari virus corona.

Kami menghitung kembali kegiatan yang tak penting dan diubah ke penanggulangan Covid-19," jelasnya.

Anggaran kunjungan kerja (kunker), kata dia, merupakan satu anggaran yang dipangkas untuk menanggulangi dampak corona.

Di samping itu, anggota dewan juga diperintahkan untuk turun ke masing-masing daerah pemilihan guna memantau kesiapan daerah dalam penanganan sebaran virus tersebut.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengapresiasi langkah yang dilakukan para legislator itu.

"Cara seperti ini memang harus kita lakukan untuk memecah kebuntuan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved