Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadhan 2020

Teladani Almarhumah Ibunda, Eks Pelatih Fisik PSIS Ini Target Khatam Alquran 2X di Ramadhan Ini

Eks pelatih fisik PSIS Semarang era 2018-2019, Budi Kurnia memiliki target khusus pada Ramadan tahun 2020 ini dengan khatam

Tayang:
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Budi Kurnia saat masih menjadi pelatih fisik PSIS Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Eks pelatih fisik PSIS Semarang era 2018-2019, Budi Kurnia memiliki target khusus pada Ramadan tahun 2020 ini dengan khatam atau tamat membaca al qur'an sebanyak dua kali.

Kepada tribunjateng.com, Budi mengatakan hal itu ia lakukan untuk meneladani almarhummah ibunda yang belum lama ini berpulang ke pangkuan yang Maha Kuasa.

"Biasanya saya khatam baca Alquran sekali selama ramadhan.

Tapi tahun ini saya mau target dua kali. Saya ingat almarhum mama, suka tamat dua kali setiap selama ramadhan tiba," kata Budi, Senin (27/4/2020).

"Mama saya dulunya selama Ramadhan bisa sampai khatam  dua kali. Nah, saya ingin bercermin dari beliau walaupun sudah meninggal.

Sisi baik beliau harus dicontoh," jelasnya.

Pelatih asal Garut Jawa Barat yang kini menjadi pelatih fisik Persis Solo inipun memberikan trik agar siapapun bisa khatam Alquran sebanyak dua kali pada saat masa ramadhan.

Dia menjelaskan, dalam Alquran ada 30 juz, sehingga untuk bisa sesuai target dua kali khatam Quran selama ramadhan bisa dengan membaca dua juz tiap harinya.

"Kan ramadhan itu 30 hari ya, artinya kalau pengen khatam Alqu'ran sekali, cukup 1 juz sehari. Kalau pengen khatam 2 kali selama Ramadhan, berarti sehari harus 2 juz target baca Qurannya," tutur pelatih yang sebetulnya hampir kembali bergabung dengan PSIS di musim 2020 ini.

Menurut Budi, bila membaca Alquran satu juz bisa menghabiskan waktu rata-rata satu jam lebih, maka dengan membaca dua juz bisa menghabiskan waktu sampai dua jam.

"Bisa-bisa sehari menghabiskan waktu 3-4 jam untuk baca qu'ran," katanya.

Adapun saat ini, pelatih berusia 30 tahun tersebut mengaku mengambil hikmah dibalik penghentian kompetisi sepakbola nasional karena pandemi virus corona atau covid-19.

Ia mengatan, dirinya bisa memiliki banyak waktu berada di kampung halamannya.

Kesempatan tersebut, terutama saat masa Ramadhan ini ia memiliki banyak waktu untuk membaca dan menghafal Al Qur'an.

Secara pribadi, ia berharap kompetisi sepakbola nasional juga bisa segera digulirkan, sama halnya seperti yang dilakukan Vietnam. Kompetisi sepakbola di Vietnam rencananya bakal bergulir pada 15 Mei mendatang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved