Breaking News:

Otomotif

Dampak Buruk Sering Injak Setengah Kopling saat Mengemudi Mobil Transmisi Manual

Salah satu bnagian terpenting pada mobil transmisi manual adalah pedal kopling untuk mengatur laju kendaraan.

Youtube/Maxresdefault
Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Salah satu bnagian terpenting pada mobil transmisi manual adalah pedal kopling untuk mengatur laju kendaraan. 

Pada kondisi tertentu, intensitas penggunaan bagian ini meningkat seperti ketika hendak parkir (memaju dan mundurkan mobil) ataupun kondisi macet.

Namun sayangnya, masih banyak pengguna yang kerap menggunakan pedal kopling secara berlebihan.

Dukung PSBB Kota Tegal, Pengemudi Grab Car Pasangi Kendaraan dengan Car Separator

Pasien Positif Corona Klaster Ijtima Jemaah Tabligh Nekat Sholat Tarawih di Masjid, Warga Ditracing

Mau Masuk Cilacap, 3 Kendaraan Suruh Putar Balik

60 Ton Beras Dibagikan pada Masyarakat Terdampak Corona di Pati dan Sekitarnya

Sehingga, dalam jangka menengah dan panjang timbul hal-hal yang tak diinginkan pada mobil kesayangan.

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi, menyatakan, satu di antaranya ialah praktik menginjak pedal setengah kopling.

"Selain menempelkan kaki di pedal kopling ketika mobil sedang berjalan, pengendara juga sering menginjak kopling setengah. Umumnya, ini digunakan saat pindah gigi atau macet di tanjakan," katanya kepada Kompas.com, Rabu (29/4/2020).

Padahal, prilaku tersebut bisa mendatangkan hal buruk.

Mulai dari kopling cepat aus sampai timbulnya kecelakaan karena pengemudi cepat lelah atau pegal dan tidak sigap.

"Orang menginjak kopling setengah itu seringnya untuk menahan kendaraan turun ketika macet di tanjakkan. Itu tidak dibenarkan, sebab untuk menahan laju kendaraan baiknya melakukan pengereman," ujar Bambang.

"Bila prilaku itu tidak diubah, kopling cepat habis atau bahkan mengalami kerusakan. Jadi biasakan tidak melakukan hal tersebut," lanjutnya.

Pada kesempatan terpisah, Trainer dari Indonesia Safety Driving Center (ISDC) Norman Syam menjelaskan, dampak dari menggunakan injak setengah kopling meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

"Kalau kaki kiri di atas kopling, pada saat kaget atau mau berhenti yang diinjak kopling dulu, bukan rem.

Maka biasakan gunakan rem dan letakkan kaki di footrest ketika mobil berjalan, bukan di pedal kopling," ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Efek Buruk Jika Pengemudi Mobil Transmisi Manual Sering Injak Setengah Kopling"

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved