Berita Pekalongan
Seniman di Pekalongan Ini Buat Alquran Berbahan Marmer
Berbekal keinginan kuat untuk menyumbangkan sesuatu pada Agama Islam, seorang seniman pahat di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berhasil membuat sebu
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Berbekal keinginan kuat untuk menyumbangkan sesuatu pada Agama Islam, seorang seniman pahat di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berhasil membuat sebuah Al Quran dengan bahan batu marmer.
Walaupun pembuatan Al Quran belum selesai semua, kini lembaran-lembaran kaligrafi Al Quran tersebut di pajang di Masjid Al Muhtaram Kabupaten Pekalongan untuk dibaca oleh para jamaah masjid.
Nur Hidayat Siba, perajin Al Quran marmer mengatakan, ide awal pembuatan Al Quran dari marmer karena Al Quran yang ditulis di kertas kurang diminati dan berisiko rusak.
• Viral Komentar Kocak Gibran Retweet Unggahan Foto Jokowi Wisuda di UGM: Dapet Ducati
• Viral Pria Ini Nekat Pulang Kampung Jalan Kaki 428 Km karena Kangen Anak, Sepatu Rusak di Tol
• Takmir Masjid di Banyumas Ini Akan Robohkan Masjid, Kecewa Imbauan Ibadah di Rumah, Bupati kaget
• Cerita Pasutri Asal Sragen Ciptakan Aplikasi Ojek Online Joxi, Belajar Otodidak Tidak Ikut Pelatihan
Terlebih saat ini makin banyak Al-Qur'an jenis digital. Oleh karenanya, ia membuat karya yang monumental agar bisa dinikmati oleh umat Islam.
"Saya membuat Al Quran dari marmer ini sejak tahun 2011, hingga tahun 2020 yang baru terbuat sebanyak 12 juz, dari total 30 juz," kata Hidayat kepada Tribunjateng.com, Jumat (1/5/2020).
Menurutnya, yang dipamerkan di masjid Al Muhtaram saat ini baru 8 juz, sisanya masih ada di bengkelnya.
"Walaupun ditengah wabah virus corona, pembuatan terus dilakukan, harapannya nanti apabila sudah selesai akan dipamerkan di masjid Al Muhtaram," ujarnya.
Hidayat mengungkapkan pada awalnya pembuatan Al Quran tersebut dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu sembilan hari untuk menulis satu lembar Al Quran di batu marmer tersebut.
Namun, untuk sekarang dengan adanya bantuan cutting stiker, untuk membuat satu halaman bisa selesai dalam satu hingga dua hari.
"Jika Al Quran itu jadi, maka akan ada 600 keping marmer, dengan ukuran perlembarnya 60 X 90 centimeter.
Sehingga, berat total untuk 30 juz sebesar 14 ton," ungkapnya.
Hidayat menambahkan, untuk membuat Al Quran marmer tersebut perlembarnya membutuhkan biaya Rp 1,7 juta jika bahan marmer berasal dari Tulungagung.
Sedangkan jika marmer impor dari Italy, maka biaya perlembarnya sekitar Rp 2,1 juta.
Jadi total biaya untuk membuat 30 juz Al Quran marmer ini menelan biaya Rp 1 miliar lebih.
"Awalnya saya swadaya membuat sendiri, namun sekarang kita juga mencari donatur yang siap berpartisipasi untuk membuat Alquran marmer ini," tambahnya.