Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Pengusaha Semarang Harus Diisolasi ke Rumah Karantina Berhantu di Sragen, Minta Pulang Alasan Kerja

Pengusaha asal Karangjati Semarang terpaksa harus jalani isolasi di rumah karantina yang konon berhantu di Sragen.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Menaiki Motor, Roehmadi pengusaha asal Semarang ketika memasuki rumah Karantina di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Senin (4/5/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pengusaha asal Karangjati, Bergas, Semarang terpaksa menjalani isolasi di rumah karantina Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Pengusaha keset berbahan kain tersebut bernama Roehmadi.

Dia masuk ke rumah karantina pada hari ini, Senin (4/5/2020) selepas subuh.

VIRAL! Rumah Mewah Terima Bantuan PKH di Brebes, Pemilik Rumah: Bangun Rumah Pakai Iuran Keluarga

Menjelang Azan Maghrib SU Gerebek Istrinya yang Selingkuh, Minta Mereka Menikah Saja

Sejumlah Mayat Keluar Makam, Hanyut ke Sungai Saat Longsor: Jasadnya Lewat Gitu Aja di Sebelah Saya

Nanya ke Mbah Minto Mau THR Apa, Ganjar Pranowo Dibuat Bingung: Kok Semuanya Mau

Kepala Desa Sepat, Mulyono menyampaikan pada Minggu (3/4/2020) pukul 19.00 didatangi para relawan satgas desa Covid-19 bahwa telah ada pendatang yang bermalam di rumah warga.

"Saya kaget tiba-tiba satgas datang ke rumah, ternyata ada mas Roehmadi ini dari Semarang bermalam di rumah warga kami namun tidak lapor pak RT dulu."

"Akhirnya kami bawa ke posko, cek suhu tubuh lalu kami tanya keperluannya."

"Ternyata untuk mengurus pekerjaan membuat keset," terang Mulyono kepada Tribunjateng.com.

Roehmadi mempunyai karyawan di wilayah Desa Sepat sehingga dirinya sering bolak-balik Sragen-Semarang.

Mengetahui hal tersebut Mulyono sebagai Kades akhirnya memutuskan Roehmadi agar melakukan isolasi di rumah karantina selama lima hari.

"Iya sudah memakai masker tapi kita kan tidak tahu siapa yang membawa virus entah saya entah mas Roehmadi, kita saling menjaga."

"Kalau seperti itu tidak bisa memutuskan rantai penyebaran virus namanya," lanjut dia.

Dengan aturan yang berlaku di Desa Sepat Roehmadi akhirnya mau melakukan isolasi di rumah karantina.

Salah Paham

Namun, baru beberapa jam menempati rumah karantina, Roehmadi malah kembali beraktivitas di luar dan menjalankan bisnisnya.

Ketika melakukan pengecekan di rumah karantina, Mulyono tidak mendapati Roehmadi di rumah tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved