Berita Regional
Dua Siswa SMA Dinyatakan Tidak Lulus Meski Tak Ada Ujian Nasional, Mengapa?
Dua siswa SMA di Tulungagung Jawa Timur dinyatakan tidak lulus meski tidak ada ujian nasional.
TRIBUNJATENG.COM, TULUNGAGUNG - Dua siswa SMA di Tulungagung Jawa Timur dinyatakan tidak lulus meski tidak ada ujian nasional.
Apakah penyebabnya?
Kelulusan SMA dan SMK telah diumumkan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Tulungagung dan Trenggalek pada Sabtu (2/5/2020).
• Gus Miftah Kenang Didi Kempot yang Meninggal Sebelum Penuhi Janji Ngaji ke Pondok
• Inilah Sosok Saputri Istri Didi Kempot yang Terkulai Lemas di Pemakaman, Yan Vellia? Ini Kata Lilik
• Vuja Ayu Cewek Mabuk Bertato Alami Kecelakaan, Mobil Ayla Merah Tabrak Pohon Lalu Nyungsep ke Sawah
• Viral Wanita Joget Saat Sholat untuk Video TikTok, Dibully Netizen Dijemput Polisi
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Tulungagung dan Trenggalek, Solikin mengatakan, dua siswa yang tidak lulus itu berasal dari sekolah menengah atas.
"Kalau untuk SMK, semua lulus," terang Solikin, Senin (4/5/2020).
Keduanya dinyatakan tidak lulus karena diketahui pernah tidak ikut ujian semester.
Dua siswa SMA yang tidak lulus masing-masing dari SMAN 1 Rejotangan dan SMA Sunan Gunung Jati Ngunut.
Solikin menjelaskan, tahun ini memang Ujian Nasional (UN) ditiadakan karena pandemi virus corona.
Kelulusan ditentukan berdasar nilai rapor sejak semester 1 hingga semester 6.
Dari data masing-masing sekolah diketahui tidak ikut ujian semester 5 dan 6.
"Karena itu pihak sekolah menetapkan mereka tidak lulus sekolah," sambung Solikin.
Di Tulungagung terdapat 25 lembaga SMA dengan jumlah siswa 4.208.
Sedangkan SMK sejumlah 35 lembaga dengan jumlah siswa sebanyak 7.182.
Tahun lalu ada empat siswa SMA dan SMK yang dinyatakan tidak lulus.
"Kalau dari jumlah siswa yang tidak lulus, tahun ini mengalami penurunan. Semoga tahun depan bisa lulus 100 persen," ujar Solikin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/siswa-tidak-lulus-sma.jpg)