Promoter Polda Jateng
Tiba di Mangkang Semarang, Bus Asal Jambi Dipaksa Putar Balik
Delapan pos penjagaan perbatasan masuk ke Kota Semarang kian dijaga ketat oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas Dishub, Kodim, dan Polrestabes S
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Delapan pos penjagaan perbatasan masuk ke Kota Semarang kian dijaga ketat oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas Dishub, Kodim, dan Polrestabes Semarang.
Contohnya di perbatasan Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, petugas gabungan telah memulangkan kembali ratusan kendaraan selama sembilan hari terakhir ini.
Kapolsek Tugu, Kompol I Ketut Rahman menerangkan, dari data per 27 April 2020 sampai 5 Mei 2020 ini, pihaknya telah memutar balik sebanyak 227 unit kendaraan yang hendak masuk Kota Semarang.
• Inilah Sosok Saputri Istri Didi Kempot yang Terkulai Lemas di Pemakaman, Yan Vellia? Ini Kata Lilik
• Didi Kempot Meninggal Dunia, Tinggalkan Seorang Istri dan 2 Anak, Ada Yang Mau Naik Kelas
• Karyanya Melegenda, Ini Foto-foto Rumah Megah Didi Kempot di Solo, Dekat dengan Pak Jokowi
• Vuja Ayu Cewek Mabuk Bertato Alami Kecelakaan, Mobil Ayla Merah Tabrak Pohon Lalu Nyungsep ke Sawah
Rinciannya, kata Kapolsek, terdiri dari 7 Unit Bus, 59 unit mobil pribadi/travel, dan 161 unit sepeda motor.
I Ketut menegaskan, ratusan kendaraan itu diputar balik karena kebijakan larangan mudik oleh pemerintah untuk mencegah meluasnya wabah virus corona Covid-19.
"Ini pos perbatasan di jalan arteri bagian barat Kota Semarang.
Rata-rata kendaraan yang hendak masuk dari Jawa Barat.
Ada dari Cirebon, Jakarta, Banten, dan sejenisnya," ujar I Ketut kepada Tribunjateng.com, Selasa (5/5/2020).
Dia menegaskan, selain dari beberapa daerah tersebut, pihaknya ternyata sempat juga memutar balik bus dari Jambi saat hendak masuk wilayah Semarang.
Rencananya, kata I Ketut, bus itu memiliki tujuan ke arah Jawa Timur.
Meski bus itu datang jauh dari Jambi, pihaknya tetap tak sungkan menegakan aturan dari pemerintah soal larangan mudik.
Alhasil, bus beserta para penumpangnya tak bisa melanjutkan perjalanan ke arah timur.
"Beberapa hari lalu, bus dari Jambi kita putar arah saat masuk perbatasan Mangkang.
Penjagaan di perbatasan Mangkang kita lakukan selama 24 jam secara bergilir siang malam.
Penjagaan ini kita lakukan sampai Operasi Ketupat Candi 2020 berakhir," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolsek-tugu-kompol-i-ketut-rahman-bersama-para-petugas-gabungan-saat.jpg)