Breaking News:

Berita Salatiga

3 Bulan Belum Bayar, Utang BPJS di RSUD Salatiga Capai Rp 20 Miliar

BPJS Kesehatan menunggak hutang senilai Rp 20 miliar atas biaya pengobatan pasien di RSUD Kota Salatiga.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/M Nafiul Haris
Direktur RSUD Kota Salatiga Sri Pamuji Eko Sudarko, Rabu (6/5/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunggak hutang senilai Rp 20 miliar atas biaya pengobatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga.

Direktur RSUD Kota Salatiga Sri Pamuji Eko Sudarko mengatakan klaim tunggakan utang mencapai puluhan miliar tersebut merupakan akumulasi pembayaran pasien selama tiga bulan terhitung mulai Februari hingga April 2020.

"Disini (RSUD Salatiga) rata-rata klaim biaya pengobatan pasien yang di-cover BPJS Kesehatan setiap bulan berkisar antara Rp 6-7 miliar," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (6/5/2020).

Cerita Diciptakannya Lagu Banyu Langit, Didi Kempot Kagum dengan Wisata Nglanggeran Gunungkidul

Meninggal di Perjalanan Ke RS, Didi Kempot Teriakkan Takbir dan Tauhid

Tadi Malam Didi Kempot Masih Dengarkan Lagu Kemudian Merasa Panas, Meninggal Pagi Tadi

Jasa Tak Terlupakan Didi Kempot Oleh Ardha TATU, Kemarin Malam Sempat Tak Bisa Tidur

Kisah Didi Kempot Dielukan di Suriname, 9 Kali Konser di Stadion hingga Dihadiri Presiden

Menurut Sri Pamuji, klaim pembayaran dengan nilai Rp 6-7 miliar dalam setiap bulannya merupakan rincian pembiayaan obat serta tindakan pasien rawat inap dan jalan yang jumlahnya mencapai kurang lebih 400 orang.

Ia menambahkan, hal yang membuat kendala dalam proses percairan klaim adalah terhambatnya masalah administrasi yang dinilai belum lengkap atau kurang tepat oleh BPJS Kesehatan sehingga harus dilakukan perbaikkan.

"Sebenarnya sebelum berkas klaim dikirim ke BPJS sudah dilakukan pemeriksaan tim RSUD. Kemudian, BPJS kembali melakukan pemeriksaan, biasanya ada poin tertentu seperti resume dokter yang belum ada atau kurang tepat sehingga berkas dikembalikan. Ini yang membuat proses pencairan klaim terhambat," katanya

Pihaknya menyatakan, besaran jumlah klaim BPJS Kesehatan setiap bulan yang cukup banyak, dinilai sangat menganggu pelayanan kesehatan di RSUD. Dia berharap ada percepatan dari BPJS Kesehatan untuk segera melunasi tunggakan tersebut.

Sri Pamuji menjelaskan, meski dalam penanganan pasien positif virus Corona (Covid-19) langsung ditanggung Kementerian Kesehatan RI, tetapi seluruh rumah sakit juga diwajibkan melakukan refocusing anggaran selama pandemi Corona.

"Nah, itu yang kami juga dilema. Padahal ini nilainya tidak kecil, kami juga harus maksimal menangani pasien baik virus Corona atau bukan. Semoga secepatnya cair lah," ujarnya (ris)

Arteria Dahlan Ancam Umbar Aib Moral, Tuntut Najwa Shihab Minta Maaf ke DPR

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved