Berita Kendal
Pemkab Kendal Bagikan 10.000 Masker Bagi Pedagang dan Pembeli di Pasar Tradisional
Pemerintah Kabupaten Kendal kembali membagikan sejumlah masker guna menanggulangi penyebaran virus corona.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal kembali membagikan sejumlah masker guna menanggulangi penyebaran virus corona.
Kali ini, Bupati Kendal Mirna Annisa turun ke pasar tradisional di kecamatan Sukorejo dan Weleri.
Sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada para pedagang sekaligus pembeli.
• Karyanya Melegenda, Ini Foto-foto Rumah Megah Didi Kempot di Solo, Dekat dengan Pak Jokowi
• Ketua RT di Solo Beberkan Nama dan Agama Didi Kempot di Kartu Keluarga, Tak Pakai Dionisius
• Pecahan Beton Sampai Masuk Balai Desa, 3 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Pringapus Kab Semarang
• Almarhum Didi Kempot Tinggalkan 3 Anak dari 2 Istri Saputri dan Yan Vellia di Ngawi dan Solo
Kata Mirna, saat ini pihaknya masih gencar memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan.
Sebagai tindakan langsung pihaknya memberikan masker kepada para pedagang dan pembeli di pasar.
"Kita lihat masih ada beberapa warga yang di pasar belum memakai masker.
Kita edukasi dengan turun langsung bagikan masker agar bersama menjaga satu sama lain dan penularan virus corona," terang Mirna di sela-sela kegiatan, Rabu (6/5/2020).
Lebih lanjut, Mirna menyebutkan hingga saat ini sejumlah 100.000 ribu masker sudah dibagikan kepada masyarakatnya.
Jumlah tersebut belum termasuk sejumlah orang, kelompok, maupun instansi yang turut berbagi dan peduli sesama dengan membagikan masker cuma-cuma.
Ia juga mengakui untuk merangkul masyarakat agar bersama-sama melakukan hal yang sama sesuai protokol kesehatan perlu waktu.
Namun ia percaya adanya edukasi dari pemerintah, keluarga, hingga sahabat bisa mengajak satu sama lain untuk lebih peduli kesehatan.
"Mayoritas sudah pakai masker namun terus kita edukasi.
Ya yang namanya merubah kebiasaan butuh waktu, mereka saudara atau keluarga yang biasanya ketemu jabat tangan kemudian disarankan untuk tidak jabat tangan perlu edukasi, termasuk memakai masker," terangnya.
Nur Azizah satu di antara pedagang pasar Sukorejo mengaku senang karena pemerintah bisa turun langsung hingga ke pasar tradisional.
Adanya kegiatan bagi masker tersebut menurut Nur sangat membantu warga pasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bagi-masker-jajaran-pemkab-kendal-bagi-masker-kepada-para-pedagang-sekaligus-pembeli.jpg)