Breaking News:

Virus Corona Jateng

Pemudik yang Lolos Kini Dikarantina Massal di Gor Satria Purwokerto, Jumlahnya Mencapai 207 Orang

Sementara ini bagi para laki-laki menempati gedung Futsal, sementara bagi perempuan menempati gedung Sasana Krida

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Istimewa
Bupati Banyumas, Achmad Husein saat meninjau pemudik yang di karantina massal di Gor Satria Purwokerto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemudik yang di karantina massal di Gor Satria, Purwokerto Jumlahnya semakin bertambah bahkan hingga hari ini Rabu (6/5/2020) jumlahnya mencapai 207 orang.

Jumlah 207 itu terdiri dari laki-laki 177 orang dan perempuan 30 orang.

Sementara ini bagi para laki-laki menempati gedung Futsal, sementara bagi perempuan menempati gedung Sasana Krida.

Kedatangan Crazy Rich Ini Disambut Tangis dan Sujud Syukur, Bagikan Kardus Isi Jutaan, Ini Sosoknya

Sudah Punya 5 Anak, Fadel Minta Musdalifah Tambah Momongan dari Darah Dagingnya

Karyanya Melegenda, Ini Foto-foto Rumah Megah Didi Kempot di Solo, Dekat dengan Pak Jokowi

Pecahan Beton Sampai Masuk Balai Desa, 3 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Pringapus Kab Semarang

Namun demikian karena jumlah laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, maka Bupati Achmad Husein meminta agar gedung serba guna lapangan bulutangkis juga dipersiapkan.

"Gedung serbaguna itu nantinya untuk putri, karena jumlah laki-laki lebih banyak.

Jadi nantinya yang putra akan menempati dua gedung, yaitu di lapangan futsal dan gedung sasana Krida," ujar Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, kepada TribunBanyumas.com, Rabu (6/5/2020).

Selain menyediakan tempat karantina massal di Gor Satria Purwokerto, pihaknya juga telah meminta desa untuk ikut langsung dalam penanggulangan covid-19.

Salah satunya adalah penggunaan dana desa, seperti untuk menggunakan fasilitas karantina lokal.

Diketahui bahwa para pemudik itu lolos karena menggunakan jasa travel-travel gelap yang biasanya berisi 4 orang dan melalui jalur-jalur tikus.

"Mereka berangkat dari area Jabodetabek setelah isya, sehingga sampai di Banyumas itu sebelum subuh," ungkap wakil bupati.

Namun sekarang jalan-jalan tikus itu saat ini sudah dijaga oleh Polantas dengan memberdayakan warga setempat.

"Orang masuk Banyumas yang tidak memakai masker akan kita suruh balik lagi, sehingga masuk Banyumas harus pakai masker," tandasnya. (TribunBanyumas/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved