Update Rupiah

Rupiah Berpeluang Tinggalkan Level Rp 15 Ribu/dollar AS

Didominasi sentimen eksternal potensial membuat pergerakan rupiah di pasar spot bakal kembali menguat pada hari ini, Rabu (6/5).

Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi - Penukaran uang dolar ke rupiah. Editor: Mohamad Yoenus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Didominasi sentimen eksternal potensial membuat pergerakan rupiah di pasar spot bakal kembali menguat pada hari ini, Rabu (6/5).

Mengutip Bloomberg, rupiah spot pada Selasa (5/5) ditutup di level Rp 15.080/dollar AS, atau menguat 0,13 persen dari penutupan hari sebelumnya.

Sementara itu, rupiah pada kurs tengah BI melemah 0,21 persen ke posisi Rp 15.104/dollar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, mata uang Garuda memiliki potensi untuk melanjutkan keperkasaan ditopang sentimen dari eksternal. "Khususnya terkait dengan meredanya ketegangan antara AS dan China," katanya, kepada Kontan, Selasa (5/5).

Ketegangan antara kedua negara adikuasa itu sempat terjadi setelah pernyataan Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo terkait dengan penyebaran virus corona. Namun, penasihat Keamanan AS menegaskan, Negeri Paman Sam tidak sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap China.

Dengan kondisi itu, Ibrahim memperkirakan rupiah berpeluang menguat walau dalam rentang sempit. Ini terjadi karena mata uang Garuda mendapat pemberat dari data ekonomi dalam negeri.

Hal itu yakni setelah pertumbuhan ekonomi kuartal I/2020 tercatat hanya 2,97 persen. "Besok (hari ini-Red), rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.980 hingga Rp 15.150 per dolar AS," ujarnya.

Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual menuturkan, sentimen eksternal sebenarnya masih mendominasi pergerakan mata uang Garuda selanjutnya. Namun, hingga saat ini belum ada yang cukup signifikan untuk menggenjot pergerakan rupiah.

Hanya saja, rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membatasi investasi dana pensiun bisa menjadi pemicu.

"Rencana itu sempat membuat yuan melemah beberapa waktu lalu, begitu juga dengan rupiah yang ikut melemah. Kemungkinan sentimen itu masih akan berlanjut," jelasnya.

Peluang rupiah menguat juga terhalang data pertumbuhan ekonomi yang mengecewakan, yaitu rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2020 hanya 2,97 persen, jauh di bawah ekspektasi pasar di atas 4 persen.

Hal itu dinilai David bakal menghambat jalan rupiah untuk menguat. "Karena itu untuk perdagangan Rabu (6/5), rupiah berpotensi melemah tipis ke kisaran Rp 15.000-Rp 15.100 per dollar AS," paparnya. (Kontan/Intan Nirmala Sari)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved