Berita Kota Tegal
Inflasi Kota Tegal Sebesar 0,26 Persen, Gula Pasir Jadi Penyumbang Utama
Kepala KPw BI Tegal, Taufik Amrozy mengatakan, gula pasir menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Tegal
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal mencatat, pergerakan inflasi di Kota Tegal pada April 2020 masih cenderung stabil.
Angka inflasi sebesar 0,26 persen (mtm), sehingga inflasi tahunan mencapai 3,47 persen (yoy).
Kepala KPw BI Tegal, Taufik Amrozy mengatakan, gula pasir menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Tegal.
Setelah itu bawang merah, beras, tempe, dan biaya pulsa ponsel.
• Hamil 4 Bulan, Vanessa Angel Mengaku Sering Fitnah Calon Bayinya
• Dikenal Aktif, Pasien Pertama Covid-19 di Limapuluh Kota Sempat Shalat Jumat Bersama Warga
• Pria Asal Semarang Ditemukan Tak Bernyawa di Toilet SPBU Colomadu Karanganyar
• Pilu, Bocah 8 Tahun Dijemput untuk Karantina: Pakaian yang Dibawa Menyembul dari Kresek Indomaret
Taufik menjelaskan, peningkatan harga gula pasir disebabkan oleh realisasi impor gula yang sedikit mengalami keterlambatan.
Sedangkan peningkatan harga bawang merah disebabkan karena mundurnya musim tanam akibat banjir pada awal tahun.
Kemudian adanya penurunan produktivitas selama musim hujan pada masa triwulan pertama.
"Sedangkan inflasi biaya pulsa ponsel disebabkan adanya pandemi Covid-19. Situasi ini mendorong aktivitas masyarakat dilakukan di rumah dengan menggunakan perangkat digital. Salah satunya membutuhkan jaringan data dari pulsa ponsel," kata Taufik dalam keterangan tertulis yang diterima tribunjateng.com, pada Jumat (8/5/2020).
Taufik mengatakan, upaya mendorong stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) di tengah pandemi Covid-19, satu di antaranya dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkoordinasi dengan Pemda se- eks Karesidenan Pekalongan untuk mengembangkan pemasaran komoditas pangan melalui conversation marketing by Whatsapp.
Taufik menjelaskan, per April 2020 sudah ada lima pasar yang mengembangkan metode pembayaran tersebut.
Empat pasar telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Tegal yaitu, Pasar Martoloyo, Pasar Langon, Pasar Krandon, dan Pasar Kejambon.
Satu lagi diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Batang, yaitu Pasar Induk Batang.
"Kami juga mendorong inovasi program pemenuhan sembako di Kota Tegal dengan teknis jemput bola yang dilakukan oleh Perum Bulog Sub Divre Pekalongan," ungkapnya.
Sementara harga gula pasir di Pasar Pagi Kota Tegal saat ini sekira Rp 16 ribu per kilogram.
Sedangkan harga bawang merah sekira Rp 40 ribu per kilogram. (fba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-kpw-bi-tegal-taufik-amrozy.jpg)