Breaking News:

Mudik

Sejarah Mudik Lebaran di Masyarakat Nusantara, Sudah Ada Sejak Era Kolonial

Saat mudik menjadi fenomena yang cukup besar pada 1970-an silam, bus penuh, kereta api sesak, dan angka kecelakaan lalu lintas cukup signifikan, namun

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah kendaraan pemudik terjebak kemacetan di Tol Cipali KM 181, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (9/6/2018). Kemacetan sepanjang 8 km tersebut diakibatkan adanya kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Mudik punya catatan sejarah yang panjang pada masyarakat nusantara.

Aktivitas mudik sudah mengakar dan menjadi tradisi yang tidak terlewatkan setiap tahun.

Apalagi bagi para perantau yang meninggalkan kampung halaman tercinta untuk mengais rezeki di berbagai kota, mudik menjadi aktivitas yang lazim di setiap perayaan hari besar keagamaan.

Pada tahun ini tampaknya kebiasaan mudik mesti tertunda akibat pandemi Covid-19.

Update Corona 9 Mei di Klaten: Tambah 1 PDP, Berikut Daftar Lengkap Tiap Kecamatan

Ferdian Paleka Dibully Tahanan Lain Dalam Penjara, Disuruh Masuk Tempat Sampah & Telanjang Dada

Parkir Motor di Warung Bakso Malah Digondol Maling, Pelaku Pura-pura Beli Es Teh

Dalam Penjara Ferdian Paleka Dibully Tahanan Lain, Kini Sel Dipisah 

Bansos untuk 2.978 Keluarga di Karanganyar Sudah Ditransfer Ke Penerima, Sisanya Lewat Pos

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tentang larangan mudik untuk memutus mata rantai penularan yang lebih besar.

Kebijakan ini tentu menimbulkan gesekan di masyarakat, terlebih lagi pandemi Covid-19 belum juga berakhir meski telah memasuki bulan Ramadan.

Pengajar Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Yogyakarta, Muhammad Yuanda Zara menjelaskan, mudik adalah migrasi temporer tahunan terbesar di Indonesia.

Tidak ada aktivitas sosial yang lebih besar selain mudik.

Tahun lalu saja, diperkirakan 20 juta masyarakat Indonesia mudik saat Lebaran.

Angka itu lebih besar daripada jumlah penduduk Belanda dan empat kali lipat penduduk Singapura.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved