Berita MotoGP
Fabio Quartararo Takut Dibenci Warga Italia Setelah Gusur Posisi Valentino Rossi
Menggantikan Valentino Rossi di tim pabrikan Yamaha tentu menjadi kebanggaan sendiri untuk pebalap muda Fabio Quartararo.
TRIBUNJATENG.COM - Menggantikan Valentino Rossi di tim pabrikan Yamaha tentu menjadi kebanggaan sendiri untuk pebalap muda Fabio Quartararo.
Namun tak hanya kebanggaan, ternyata Fabio Quartararo juga merasakan kecemasan.
Fabio Quartararo semakin dekat untuk mewujudkan impiannya sebagai pembalap papan atas atau bahkan pembalap juara di MotoGP.
• Ashanty Sindir Perusahan Besar Beromset Triliunan tapi PHK Ribuan Karyawan: Tabungan Owner Keluarin
• Munadi Loncat dari Kasur Sambil Teriak Allahu Akbar saat Angin Puting Beliung Terjang Rumahnya
• Pilu, Bocah 8 Tahun Dijemput untuk Karantina: Pakaian yang Dibawa Menyembul dari Kresek Indomaret
• Viral Kisah Ali 3 Tahun Jadi ABK Kapal Tuna Jepang, 10 Jam Berdiri Angkat Ikan 200 Kilogram
Penampilan apik pada musim lalu membuat tim pabrikan Monster Energy Yamaha berminat untuk memboyong Fabio Quartararo sebagai pembalap baru.
Kebetulan, Yamaha membutuhkan pengganti susunan pembalap yang mumpuni untuk bersaing dalam perburuan gelar juara.
Posisi yang akan ditempati Quartararo di tim pabrikan Yamaha bukan tempat sembaragan.
Pasalnya, pembalap tim Petronas Yamaha SRT tersebut mewarisi tempat Valentino Rossi, yang masih ragu dengan masa depannya di MotoGP.
"Sejujurnya, saya tidak pernah mengira bahwa saya akan membalap bersama Rossi," kata Fabio Quartararo, dilansir BolaSport.com dari Corse di Moto.
"Saya tidak mengira bahwa tahun depan saya akan mengambil tempatnya, motornya," ucap pembalap berkebangsaan Prancis tersebut.
Meski menggantikan Rossi menjadi langkah penting dalam kariernya, Quartararo rupanya menyimpan kekhawatiran di balik pencapaiannya.
Quartararo rupanya takut tidak disenangi oleh orang-orang Italia yang dikenal selalu memberi dukungan besar kepada Rossi.
Pendukung Rossi memang cukup fanatik. Marc Marquez sering mendapat siulan dan cemoohan saat tampil di Italia karena perseteruan dengan Rossi pada 2015.
Pembalap Red Bull KTM, Pol Espargaro, bahkan menyebut pendukung garis keras Rossi sebagai hooligan yang identik dengan aksi kerusuhan dan vandalisme.
"Saya berharap mendapatkan lebih banyak cinta daripada kebencian [dari penggemar Italia]," kata Quartararo melanjutkan.
"Saya juga berharap Rossi akan bergabung dengan Petronas karena jika dia membalap sampai usianya 65 tahun, saya akan merasa senang," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/fabio-el-diablo.jpg)