Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OPINI

OPINI Setia Naka Andrian : Lelucon dan Migrasi Bahasa Stiker

KATA “stiker” saat ini sudah masuk dalam KBBI V sebagai ilustrasi yang biasa digunakan dalam media sosial, seperti emotikon. Jika menilik awalnya

Bram Kusuma
Setia Naka Andrian 

Stiker-stiker bertebaran. Mereka berkelakar, saling melempar dan adu serang stiker di grup itu. Meski sebelumnya ia juga panen stiker dari grup-grup lain yang telah diikuti. Bahkan sempat dalam sebuah grup bersama beberapa teman kuliah, saya dan beberapa teman bersepakat pada hari Jumat dilarang mengirim stiker dalam grup tersebut.

Hari Jumat adalah hari berkata-kata. Bahkan tidak hanya dilarang mengirim stiker saja, mengirim emotikon yang hanya bulatan berwarna kuning kecil-kecil pun dilarang. Mengirim gambar juga dilarang, apalagi kirim video!

Namun kami tak habis akal, meski dilarang mengirim stiker, kami tetap mengirim kata-kata yang menempel dalam stiker. Persis seperi yang melekat dalam stiker koleksi kami tersebut, baik yang kami ciptakan sendiri atau stiker-stiker yang sudah tenar sebelumnya.

Misal, “Laki-laki biadab!”, “Kau tak kan pernah mengerti!”, “Habis komentar cuci tangan ah!”, “Maaf, grup disemprot dulu ya!” (disemprot gas disinfektan), “Menurutku panjenengan wis wayahe rabi maneh!” (Menurut saya, Anda sudah saatnya menikah lagi), “Wis ngene durung?” (Sudah begini belum?) Begini: menunjuk adegan memasukkan makanan ke mulut dengan tangan.

Bahkan tidak cukup itu, penggalan syair puisi pun turut ambil bagian dalam peredaran stiker-stiker itu. Stiker-stiker bermigrasi memenuhi halaman ponsel pintar yang maha luas. Kita seakan dibuat tak berdaya menepis godaannya. Apalagi saat-saat merebaknya pagebluk kali ini. Orang-orang berdiam diri di rumah, sejenak melupakan kegelisahan dan berbagai ketakutan lain dengan cekikikan menaruh kedua bola matanya di layar ponsel pintar.

Tidak hanya remaja, dewasa, atau orang tua, bahkan yang sudah lanjut usia sekalipun tak mau ketinggalan untuk mengoleksi dan mencipta stiker-stiker terbaiknya. Produksi kata-kata berhamburan. Bahasa mengendarai stiker-stiker itu dengan kencang. Kita seakan kian tak kuasa mengejarnya.(*)

Jadwal Bundesliga Malam Ini: Borussia Dortmund vs Schalke 04 di Liga Jerman, Live Mola TV

Incar Tas Berisi Uang Rp 200 Juta Milik Nasabah Bank di Kudus, Residivis Ini Dapat Pakaian Kotor

KOPLAK! Pasien Positif Corona Ngamuk Saat Dijemput Petugas, Sengaja Peluk Warga Agar Tertular

Bripda Herman Kalap Pergoki Istrinya di Kamar Bersama Serda HS, Ambil Pistol Tembak Berkali-kali

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved