Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 18 Mei: Ada 18.010 Kasus Positif Corona, Bertambah 496

masih ada penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia kembali bertambah.

Tayang:
Editor: galih permadi
Shutterstock
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus pasien positif corona di Indonesia semakin bertambah.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyatakan masih ada penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia kembali bertambah.

Berdasarkan data pemerintah hingga Senin (18/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 496 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Viral Foto Patung Didi Kempot Akan Dipasang di Stasiun Balapan Solo, Ini Faktanya

Viral Ular Piton Raksasa Bergelantungan di Atap Rumah Warga, Melahap Bulat-bulat Seekor Posum

10 Menit, Wanita Muda Ini Guling-guling di Jalan Raya, Bangkit Lalu Jalan Sempoyongan

Setelah Pemilik Meninggal karena Corona, Pabrik Cipta Rasa Kecap Cap Tomat Lombok Kembali Beroperasi

Penambahan itu menyebabkan kini secara akumulatif ada 18.010 kasus Covid-19, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Senin sore.

"Untuk konfirmasi Covid-19 positif naik 496 orang, sehingga menjadi 18.010 orang" ujar Yurianto.

Data pemerintah memperlihatkan, dari 18.010 kasus positif, ada 17.764 yang diperiksa dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).

Selain itu, 246 kasus positif lainnya dipastikan berdasarkan pemeriksaan tes cepat molekuler.

Data yang sama memperlihatkan bahwa ada penambahan 195 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dalam sehari. Mereka sudah diperiksa dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan hasilnya memperlihatkan dua kali negatif virus corona.

Dengan demikian, total ada 4.324 pasien yang sembuh setelah sempat dinyatakan mengidap Covid-19. Akan tetapi, kabar duka masih melanda Indonesia dengan masih adanya penambahan pasien Covid-19 yang tutup usia.

Ada penambahan 43 pasien Covid-19 yang meninggal dalam periode 17 - 18 Mei 2020. "Sehingga (totalnya) menjadi 1.191 orang," ujar Achmad Yurianto.

Data PDP dan ODP

Yurianto juga memaparkan bahwa hingga saat ini kasus Covid-19 sudah tercatat di 389 kabupaten/kota dari seluruh provinsi di Indonesia.

Data pemerintah juga memperlihatkan bahwa hingga saat ini ada 45.047 orang dalam pemantauan.

Selain itu, ada 11.422 orang yang berstatus pasien dalam pengawasan.

Namun, kali ini data pemerintah tidak memperlihatkan penambahan jumlah ODP dan PDP dalam sehari.

Data spesimen

Pemerintah memperlihatkan upaya untuk meningkatkan kapasitas tes Covid-19 dengan menambah laboratorium.

Sudah ada 66 laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan berbasis PCR.

Selain itu, ada juga 10 laboratorium yang menggunakan metode tes cepat molekuler (TCM).

Sejauh ini, Indonesia sudah melakukan pemeriksaan 190.660 spesimen dari 143.035 orang yang diambil sampelnya.

Dari 190.660, ada 189.575 spesimen yang diambil dengan metode real time PCR dan 1.085 dengan TCM.

Adapun, dari 143.035 orang yang diperiksa, hasilnya ada 18.010 orang yang positif dan 125.025 orang yang negatif virus corona.

Perawat Hamil Meninggal

Seorang perawat di Rumah Sakit Royal Surabaya meninggal dunia akibat terpapar virus Corona.

Perawat tersebut bernama Ari Puspita Sari.

Menyedihkannya, Ari meninggal saat sedang hamil dengan usia kandungan 4 bulan.

Sebelum meninggal, video dirinya dibawa perawat lain dengan kondisi kritis beredar di media sosial.

Video tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Bayou Prakoso.

Kemudian dibagikan oleh akun media sosial lain seperti akun Instagram @fakta.indo.

Dalam video tersebut memperlihatkan Ari yang tengah dalam kondisi kritis terbaring di tempat tidur pasien.

Empat perawat dengan APD lengkap mendorong tempat tidur tersebut.

"Ya Allah Ari, Ari, Ariii," ucap perekam video dengan menahan tangis.

Sedangkan di belakang perekam video terdapat perempuan yang mengenakan APD hijau terduduk lemas di lantai.

Disampingnya terdapat satu perempuan yang juga mengenakan APD warna orange tengah menenangkan.

Unggahan ini pun mengundang simpati netizen.

Banyak netizen yang mendoakan supaya Ari dan bayinya bisa sembuh.

@tfqrhmn.28 "Dokter hanya bisa mendiagnosa . Keputusan di tangan Allah swt. Apapun nanti insyallah itu yg terbaik menurutnyaa ..."

@v.k_Gini "niih... org yg ngerawat pasien covid 19, ngorbanin banyak hal sampe nyawa mereka jd taruhannya. Mana org2 yg suka nyepelein covid 19 blgnya hidup dan mati di tangan Tuhan udh keras kepala, nularin ke org. klo mati sendiri gpp, tp klo nyebarin kayak gini.. siap2 masuk list neraka."

@rizkiabdulfitriyanto "Demi mereka, saya rela tidak pulang kampung. Terimakasih para pejuang, terima kasih "

@js_vhy "Semoga bayi dan ibu di berikan kesembuhan amin y Allah .."

Namun dari kabar terakhir, nyawa Ari dan bayinya tidak tertolong.

Video tersbeut sudah ditonton sebanyak 130 ribu kali dan dikomentari sebnayak 1000 lebih.

Kabar meninggalnya Ari pun diunggah oleh akun Instagram Dokter Tirta @dr.tirta.

Akun Bayou Prakoso juga kembali mengunggah kabar meninggalnya perawat Ari di Facebook.

Ia menuliskan caption "Sahabat fb...

innalillahi wa inna ilaihi roojiu'n....

Semalam info yg saya share ttg perawat yg terinfeksi covid 19, akhirnya menghadap sang Maha Kuasa

inshaa Allah syahid... Mohon do'anya"

Unggahan ini juga mendapat banyak doa dari netizen.

Ari sebelumnya telah sakit sejak satu minggu lalu.

Ia merasakan salah satu gejala Covid-19 dan akhirnya menjalamni isolasi di RS Royal.

Karena kondisi yang terus memburuk Ari kemudian dirujuk ke RSAL Dr Ramelan. (Lex) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE 18 Mei: Ada 18.010 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 496"

Detik-detik Ular Piton Raksasa Memangsa Posum Hidup-hidup Sambil Bergelantung di Atap Rumah

Judika Dapat Pesan Whatsapp WA dari Ibunda Duma Riris Untuk Tinggalkan Duma, Ada Apa?

Pilu, RL Bocah Penjual Gorengan Memang Sering Dibully, Padahal Ia Hanya Bantu Orangtua Cari Nafkah 

VIRAL! Tukang Becak di Cilacap Dianiaya Oknum Anggota Ormas Karena Tak Puasa Merokok di Tempat Umum

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved