Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Tegal

Bupati Tegal Sampaikan Konsep New Normal, Berdamai dan Berdampingan dengan Covid-19

Sementara ketenangan adalah separuh dari obat. Dan kesabaran semuanya dalam menghadapi cobaan ini adalah titik tolak dari kesembuhan

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Istimewa
Bupati Tegal, Umi Azizah, Saat menyampaikan pidato sambutan nya di Sidang Paripurna Istimewa DPRD, Senin (18/5/2020) sore. Sidang istimewa ini digelar sebagai puncak acara peringatan Hari Jadi ke-419 Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Selain fokus pada kebijakan yang bertumpu pada penanganan Covid-19, Bupati Tegal Umi Azizah, mulai menyinggung konsep "new normal" sebagai tata kehidupan baru dengan berdamai dan hidup berdampingan bersama Covid-19.

Hal ini disampaikan Umi, pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD, Senin (18/5/2020) sore. Sidang istimewa ini digelar sebagai puncak acara peringatan Hari Jadi ke-419 Kabupaten Tegal.

Lewat pidato resmi berbahasa jawa ini, Umi mengatakan, dengan berdamai, maka akan timbul sikap tenang dan sabar, tidak panik. Karena sesungguhnya, kepanikan adalah separuh dari penyakit itu sendiri.

Sementara ketenangan adalah separuh dari obat. Dan kesabaran semuanya dalam menghadapi cobaan ini adalah titik tolak dari kesembuhan.

Bacaan Takbir di Malam Takbiran Idul Fitri 2020, Lengkap dengan Artinya

PKM di Semarng Tinggal Lima Hari, Diperpanjang atau Tidak? Ini Jawaban Hendi

Ibu Rumah Tangga Ramai Berbisnis Online, Promosi Cukup Update Status di Medsos

Disebut Fadli Zon Ambil Alih Pekerjaan Tukang Parkir, Ganjar: Maaf Kalau Panjenengan Tak Berkenan

“Berdampingan bukan berarti kita menyerah, tapi bisa menyesuaikan diri.

Saya rasa ini adalah cara bijak yang akan menyelamatkan, dan menghebatkan kehidupan baru kita saat ini dan ke depannya nanti.

Menjaga kelangsungan aktivitas produktif, namun tetap aman dari Covid-19 sembari memutus rantai penularannya, melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," papar Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (19/5/2020).

Disiplin yang dimaksud, lanjut Umi, adalah disiplin menjaga kesehatan diri dan lingkungannya,

meningkatkan imunitas, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin,

menghindari kerumuman, menjaga jarak yang aman fisik minimal satu hingga dua meter,

memakai masker saat keluar rumah, tidak mudik, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah.

Umi mengungkapkan, jika konsepsi tata kehidupan baru atau "new normal" ini mengemuka, saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak akan segera hilang dan bahkan tetap ada di tengah masyarakat.

“Hal ini berarti, kita, masyarakat Indonesia dan bahkan masyarakat dunia akan menghadapi kehidupan normal yang baru atau “new normal” yang harus hidup berdampingan dengan Covid-19,” tutur Umi.

Katanya lagi, ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat menerapkan tata kehidupun baru tersebut, yaitu tetap memprioritaskan penanganan Covid-19, mulai dari fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19, pendeteksian (tracing), hingga perluasan pemeriksaan PCR.

Lalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman, dan memakai masker, hingga face shield pada profesi tertentu dalam waktu yang lama.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved