Berita Kendal
Terkendala Penghapusan Aset, Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu Kendal Molor
Sempat terkendala pembebasan aset sebelum renovasi Pasar Pagi Kaliwungu dilaksanakan, berdampak pada target selesainya pembangunan.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
Hingga kini, katanya, pembangunan fisik sudah mencapai 95 persen.
Menyisakan pembangunan musala pada bagian tengah pasar, perapian tiap-tiap kos, serta penataan paving blok pada lingkungan sekitar pasar.
Sementara pihaknya masih menunggu penyelesaian pemasangan keramik dan instalasi listrik serta pemasangan lantai pada bagian belakang yang akan ditempati pedagang los.
"Pasar ini juga ditinggikan 1,5 meter menghindari banjir.
Kini sudah 95 persen pembangunan, hanya saja pemborong meminta waktu satu bulan untuk merampungkan bangunan karena sebelumnya terkendala pembebasan aset, padahal saat itu pekerjaan seharusnya sudah berjalan," ujarnya.
Dalam penempatan nantinya, semua pedagang yang sebelumnya sudah berjualan di dalam pasar akan tercover masuk dalam bangunan pasar yang baru.
Proses penetapan lokasi pada masing-masing pedagang dilakukan dengan dua tahap, sistim rembuk rukun antar pedagang didampingi kedinasan dan pengelola pasar serta sistim penentuan berdasarkan zonasi.
Sementara pedagang musiman yang belum memiliki izin, rencananya pihak dinas akan menempatkannya pada kategori khusus di luar tempat dagang utama.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Subaedi mengatakan akibat pandemi virus corona sebanyak 50 persen anggaran untuk perawatan dan perbaikan pasar tradisional di Kendal berkurang.
Anggaran tersebut baik yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) yang direalokasikan untuk penanganan covid-19.
"Di kita (Dinas Perdagangan) anggaran berkurang separonya.
Kita lagi hitung mana saja perawatan dan perbaikan pasar yang masih bisa berlanjut pada tahun ini (2020)," terang Subaedi.
Sebelumnya, selain pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu melalui APBN Kementerian PUPR, pihaknya juga berencana merapikan beberapa pasar tradisional lain.
Prioritasnya pasar dengan daya tampung kecil dengan jumlah pedagang banyak juga pasar-pasar dengan managemen pengelolaan yang kurang bagus.
Seperti pasar Weleri, Kangkung, Kabupaten Kedal, Bojo, Sukorejo, dan Boja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rampungkan-pembangunan-sejumlah-pekerja-sedang-mengerjakan-beberapa.jpg)