Wabah Virus Corona
WHO Setuju Penyelidikan Asal Muasal Virus Corona, China Harus Bersiap Diselidiki
China selalu dikaitkan sebagai negara yang sengaja membuat virus corona.
TRIBUNJATENG.COM - China selalu dikaitkan sebagai negara yang sengaja membuat virus corona.
Meski demikian, asal muasal virus corona jenis baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 hingga kini masih misteri.
Ada yang berpendapat China sengaja membuat virus tersebut, karena melihat kesiapannya menghadapi virus dibanding negara-negara lainnya serta sikapnya yang tertutup pada awal pandemi.
• Presiden AS Donald Trump Tuduh China Lakukan Pembunuhan Massal Lewat Virus Corona, Ini Reaksi China
• M Nuh Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Rp 2,550 M Tidak Ditangkap, Ternyata Bukan Pengusaha
• 2,5 Jam Mencari Rumah Bu Imas, Anggota DPR Ini Tak Kuasa Menahan Sedih saat Sampai, Ini Janjinya
• Tetap Memeluknya saat Meregang Nyawa, Terungkap untuk Siapa Seikat Bunga yang Dibawa Okta
Hal itu mendorong beberapa negara mendesak untuk melakukan penyelidikan terhadap China.
Namun China menolaknya.
Dilansir CNN, Selasa (19/5/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah sepakat untuk mengadakan penyelidikan atas respons global terhadap pandemi virus corona.
Negara-negara anggota WHO menyetujui tanpa keberatan pada pertemuan Majelis Kesehatan Dunia pada Selasa (19/5/2020), setelah Uni Eropa dan Australia memimpin seruan untuk penyelidikan.
Amerika Serikat menuduh China menyembunyikan informasi tentang virus itu, sementara Beijing merespons dengan mempertahankan penanganan wabahnya.
Pembelaan China
Presiden Cina Xi Jinping mengatakan bahwa ia mendukung seruan untuk penyelidikan dalam penanganan pandemi pada Senin (18/5/2020).
Tetapi ia bersikeras bahwa setiap penyelidikan harus menunggu sampai virus itu terbendung atau mereda.
Penyelidikan apa pun yang menyalahkan Beijing dapat memberikan pukulan berat bagi posisi global China.
Xi menyampaikan pembelaannya melalui video konferensi.
"Selama ini kami telah bertindak dengan keterbukaan, transparansi, dan tanggung jawab, kami telah memberikan informasi kepada WHO dan negara-negara terkait dengan cara yang paling tepat waktu," ujarnya.
Dia menambahkan, mereka telah merilis urutan genom sedini mungkin dan telah berbagi pengalaman kontrol serta perawatan dengan dunia tanpa syarat apa pun.