Berita Semarang
Dinkes Kota Semarang: New Normal Wajib dan Mutlak Terapkan Protokol Kesehatan, Kalau Tidak, Hancur!
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, peran serta masyarakat dalam menghadapi new normal sangat dibutuhkan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan di antaranya menjaga jarak dan memakai masker.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, peran serta masyarakat dalam menghadapi new normal sangat dibutuhkan.
Menurutnya, penularan dapat ditekan jika masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan.
• Divonis Umur Tinggal 4 Bulan, Epy Kusnandar Kang Mus Preman Pensiun Kisahkan Cara Bertahan Hidup
• Pemudik Asal Jakarta Positif Corona, Meninggal Dunia di Salatiga
• Media Asing Ternama Kisahkan Penggali Makam Covid-19 di Indonesia, Garis Bawahi 1 Pertanyaan Besar
• Mudik Jauh-jauh dari Jakarta, Ternyata Rumah Neneknya Sudah Dijual, DW dan Keluarga Terlantar
Karena itu, dia berharap masyarakat bisa terus menerapkan protokol kesehatan selama new normal nanti.
Sementara, Pemerintah akan berupaya secara maksimal melakukan pencegahan penularan dengan menggencarkan rapid test dan swab test pada masa new normal.
"Harapan kami, protokol kesehatan wajib dan mutlak.
Kalau tidak, hancur!" ujar Hakam, Selasa (26/5/2020).
Pada masa new normal nanti, lanjut Hakam, Pemerintah Kota Semarang tetap akan melakukan skrining khususnya di tempat umum yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.
Di samping itu, skrining terhadap para pendatang dari luar kota juga menjadi fokus Dinas Kesehatan pada masa new normal nanti.
Karena itu, pihaknya membutuhkan peran serta RT maupun RW untuk melaporkan pendatang di lingkungannya masing-masing.
Tracking terhadap orang-orang yang kontak dengan para penderita, juga tetap dilakukan selama new normal nanti.
"Masuknya orang dari luar kota akan jadi fokus. Mereka yang dari jalur darat, mlipir dari pos pantau, laporkan saja kepada kami.
Nanti, kami akan langsung swab.
Sejauh ini, pelaku perjalanan ada 4 yang positif," paparnya.
Sebelumnya, pihaknya juga sudah menyasar pasar tradisional, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan tempat umum yang menimbulkan kerumunan.
Sejauh ini, puluhan pasar telah disasar.
Dua pusat perbelanjaan juga sudah dilakukan swab maupun rapid tes yakni di Ada Swalayan dan Paragon Mall.
Menjelang dan pasca idul fitri, petugas juga telah menyasar beberapa masjid di Semarang Barat, Gunungpati, dan Gayamsari.
"Hasil rapid test, ada beberapa yang reaktif.
Paling banyak memang di Pasar Kobong.
Pasar Peterongan yang reaktif ada dua, Karangayu ada satu.
Di Masjid Semarang Barat ada dua yang reaktif.
Lainnya non reaktif.
Sedangkan hasil swab test masih menunggu," sebut Hakam.
Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhubungan dengan masyarakat untuk menyiapkan inovasi menjelang new normal.
"Saya minta memberikan inovasi maksimal 6 Juni sebelum memutuskan 8 Juni new normal seperti apa.
Misalnya, Dinas Pendidikan, Juli nanti kelas 5 dan 6 boleh masuk dengan SOP kesehatan masker, yang kelas 1-4 mungkin seminggu dua kali.
Digilir. Atau mungkin pakai sekat mika.
Di Dinas Pariwisata, massage pakai sarung tangan," urai Hendi, sapaannya.
Sementara pengaturan bekerja, pihaknya pun sudah menerapkan sistem shift di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.
Pemkot akan terus melakukan sosialisasi agar masyarkat semakin memahami protokol kesehatan.
"New normal harus dipersiapkan.
PKM menjadi sebuah jalan tengah untuk membuat masayarakat semakin paham SOP kesehatan.
Patroli mengingatkan masyarakat yang berkerumun, bergerombol, dan unit-unit usaha," paparnya. (eyf)
• Mana Duit Saya! Tidak Takut Kamu Polisi! Kata Ramlan Sebelum Berkelahi dengan 2 Polisi
• Seorang Pemuda Ditemukan Tergeletak di Taman Tirto Agung Semarang, Wajah Lebam dan Bibir Berdarah
• Update Corona Wonosobo Selasa 26 Mei 2020, 70 Positif Covid-19
• Lebaran di Tengah Pandemi, Bella Saphira Suguhkan Wedang Uwuh Antivirus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-iiooo.jpg)