Berita Semarang
Persiapkan New Normal, Begini Rencana Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, atau yang akrab disapa dengan Hendi, kini tengah mempersiapkan pelaksanaan new normal di Kota Semarang.
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, atau yang akrab disapa dengan Hendi, kini tengah mempersiapkan pelaksanaan new normal di Kota Semarang.
“Saya rasa sinyal dari Pemerintah pusat ini harus kita persiapkan terkait dengan new normal.
Kita pahami sekali pandemi ini akan sangat lama tapi kita harus tetap bergerak dalam situasi ini,” ungkap Hendi kepada awak media, Selasa, (26/5/2020).
• Divonis Umur Tinggal 4 Bulan, Epy Kusnandar Kang Mus Preman Pensiun Kisahkan Cara Bertahan Hidup
• Media Asing Ternama Kisahkan Penggali Makam Covid-19 di Indonesia, Garis Bawahi 1 Pertanyaan Besar
• Pemudik Asal Jakarta Positif Corona, Meninggal Dunia di Salatiga
• Mudik Jauh-jauh dari Jakarta, Ternyata Rumah Neneknya Sudah Dijual, DW dan Keluarga Terlantar
Adapun Hendi meminta jajarannya untuk memberikan inovasi atau terobosan terbaru untuk persiapan new normal sebelum tanggal 8 Juni mendatang, sesuai dengan batas pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) yang kedua berakhir.
“Saya juga sudah minta teman-teman Dinas untuk membuat terobosan ataupun inovasi untuk mempersiapkan konsep new normal.
Kurang lebih setelah 8 Juni kalau dengan konsep new normal, terobosan teman-teman dinas itu seperti apa,” imbuhnya.
Hendi pun memberikan contoh semisal seperti Dinas Pendidikan, ia nantinya akan mengumpulkan kepala-kepala sekolah dan yayasan.
Ia mencontohkan untuk inovasi ataupun terobosan dari Dinas Pendidikan misalnya seperti untuk kelas 5 dan 6 SD dapat masuk sekolah namun menyesuaikan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan yang ada.
Kemudian untuk yang kelas 1 hingga 4 SD mungkin seminggu masuk sekolah dua kali dengan sistem bergiliran.
Dengan contoh demikian, menurutnya ruang belajar siswa akan semakin longgar sehingga dapat diberi jarak antar siswa, contoh lainnya seperti pemberian sekat mika antar siswa.
Sementara itu untuk Dinas Pariwisata, Hendi mencontohkan untuk tempat hiburan seperti spa dan sebagainya yang bersentuhan langsung dengan pengunjung untuk menggunakan sarung tangan ataupun memperhatikan sesuai standar SOP kesehatan yang ada.
Dengan menerapkan konsep new normal ini, Hendi berharap aktifitas ekonomi akan berjalan seperti sebelumnya dan akan muncul peluang-peluang yang baru.
Sementara itu untuk dilingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang juga sudah dilakukan penerapan shift kerja.
“Kami juga menerapkan shift kerja dilingkungan ASN, seperti ada yang pegawainya banyak karena tidak ada kegiatan diberikan sistem satu hari masuk dua hari libur, atau untuk yang pegawainya sedikit diberikan satu hari masuk dan satu hari libur.
Kami sudah melakukan itu sesuai dengan peraturan yang ada,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hendrar-prihadi-saat-menemui-awak-media-di-balaikota-semarang.jpg)