Berita Jateng
Ganjar Pranowo Imbau Warga: Jangan ke Jakarta, Toh Kemarin Meski Dilarang, Anda Mbolos dan Nekat
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat Jawa Tengah untuk menahan diri kembali ke Jakarta pasca hari raya idul fitri selesai.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat Jawa Tengah untuk menahan diri kembali ke Jakarta pasca hari raya idul fitri selesai.
Kecuali, bagi para pekerja yang memang memiliki izin dari tempat kerja masing-masing.
Sekedar informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperketat para pendatang menuju Jakarta.
Bila tidak memiliki atau menunjukkan surat ijin dari kantor atau instansi masing-masing maka akan dipersilahkan putar balik.
"Jangan ke Jakarta, wong sudah dikasih tahu kok."
"Kecuali mereka yang bekerjanya di kantoran, pasti pulangnya kemarin kan pakai izin," kata Ganjar kepada awak media, Selasa (26/5/2020).
Pria berambut putih tersebut menyarankan, untuk masyarakat Jawa Tengah yang selama ini mengadu nasib di Jakarta, dan sementara ini sudah terlanjur mudik ke kampung halaman masing-masing untuk tidak kembali ke Jakarta.
Sebagai solusi, Ganjar menyebut pemerintah bakal menyediakan fasilitas pelatihan kerja hingga bantuan modal usaha.
"Lebih baik sekarang yang sudah terlanjur mudik, tetap di daerah saja."
"Toh kemarin meski dilarang, anda juga mbolos dan nekat."
"Saya ingatkan hati-hati, jangan nekat (kembali ke Jakarta-red)," tegasnya.
Menyoal diperketatnya area masuk ke wilayah DKI Jakarta, Ganjar mengatakan tidak perlu memaksakan diri ke sana.
"Ketika disuatu tempat terjadi wabah, janganlah kamu mendekati daerah wabah itu."
"Itu saja rumusnya."
"Yang nekat, ya anda akan mendapatkan kondisi yang tidak nyaman,"pungkasnya.
(*)