Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Presiden AS Donald Trump Ancam Akan Tutup Twitter dan Medsos Lain: Akan Jadi Hari Besar Dan Keadilan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya sedang marah besar. Trump menjanjikan “hari besar” bagi platform sosial media.

Editor: galih permadi
KEVIN LAMARQUE/REUTERS
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berbicara di konferensi pers virus corona di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC, Senin (11/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya sedang marah besar.

Trump menjanjikan “hari besar” bagi platform sosial media.

Janji itu dituliskan lewat cuitan pendek di akun Twitternya, Kamis (28/5/2020) malam ini WIB.  

Zaskia Sungkar Beberkan Fakta Kehamilannya, Istri Irwansyah Bantah Rumor yang Beredar

Begini Reaksi FX Hadi Rudyatmo Saat Terima Surat Pengunduran Diri Achmad Purnomo dari Pilwakot Solo

Gara-gara Panggil Teman Main dengan Nama Orangtua, AD Ditemukan Tewas di Kebun Singkong

Mudah-mudahan Meninggal Sama Bayinya Saat Melahirkan, Alasan Nikita Mirzani Benci Barbie Kumalasari

“Ini akan jadi hari besar untuk media sosial dan keadilan,” tulis Trump sebelum mentwit ucapan duka cita terkait korban tewas akibat Covid-19 di AS yang sudah melewati 100.000 jiwa.

Trump menyalahkan platform media sosial setelah Twitter menandai postingannya menggunakan notifikasi cek fakta terkait cuitan topic pemungutan lewat surat.

Trump langsung berjanji mengambil tindakan terhadap Twitter dan media lainnya juga, termasuk kemungkinan menutupnya, dengan menuduh mereka meredam suara-suara konservatif.

Direktur Media Gedung Putih yang juga juru bicara Trump, Kayleigh McEnany, sebelumnya menyebutkan, Presiden akan menandatangani perintah eksekutif terkait perusahaan media sosial, Kamis (28/5/2020).

Selain Trump, prang melawan Twitter disuarakan semua pendukung dan orang dekat Trump lewat akun medsos masing-masing sejak Rabu (27/5/2020).

Kemarahan Trump dipicu kebijakan Twitter yang menyematkan tanda dan notif cek fakta (fact check) pada cuitan Trump beberapa hari lalu.

Trump dikenal sebagai Presiden AS yang sangat memanfaatkan akun Twitternya untuk menyiarkan segala komentar, sikap, bahkan keputusan-keputusan penting Gedung Putih.

Pejabat Gedung Putih tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Tidak jelas bagaimana Trump dapat menindaklanjuti ancaman penutupan perusahaan swasta termasuk Twitter Inc.

Manajemen Twitter menolak berkomentar.

Secara kronologi, perselisihan itu meletus setelah Twitter pada Selasa lalu untuk pertama kalinya menandai tweet Trump tentang pemungutan suara lewat surat.

Cuitan Trump menyebut klaimnya terkait penipuan yang tidak terbukti kebenarannya dalam pemungutan suara melalui surat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved