Breaking News:

Virus Corona Jateng

Warga Boyolali yang Dulu Buka Kafan & Mandikan Jenazah Covid-19 Terima Kenyataan Pahit, Ini Kabarnya

"Jadi tekait pemakaman jenazah dari Jakarta, dimakamkan di Boyolali yang positif Covid-19 itu," ucap Lina

Editor: muslimah
KOMPAS.COM/SUKOCO
Ilustrasi. Foto: Meninggal karena komplikasi, pemakaman warga Magetan ini menerapkan protokol kesehatan dengan petugas mengenakan apd dan disemprot desinfektan. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Satu dari sejumlah orang yang sempat membuka kain kafan dan mandikan jenazah pasien positif Covid-19, kini terinfeksi Corona di Kabupaten Boyolali.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, menjelaskan, terjadi penambahan 1 orang positif Covid-19 per 31 Mei 2020 seperti yang terekam oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Penambahan 1 orang positif Covid-19 merupakan satu keluarga dengan pasien sebelumnya dari klaster Jakarta.

Dwi Sasono Ditangkap dalam Kasus Narkoba, Widi Mulia Masih Sempat Pamer Kumis Tipis Anak

Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ini Arti 5 Simbol Dalam Lambang Garuda Pancasila

Dory Harsa Sebut Saputri Istri Pertama Didi Kempot adalah Sosok Perempuan Hebat

Ini Isi DM Luna Maya Kepada Syahrini Saat Tahu Reino Barack Susul Inces di London

Mengingat satu  orang positif Covid-19 berisinial FT asal Kecamatan Sambi itu sempat membuka kain kafan dan memandikan jenazah pasien sekitar 14 Mei 2020 yang datang dari Jakarta.

"Betul, Kabupaten Boyolali terjadi tambahan satu orang positif, " ungkap Lina kepada TribunSolo.com, Senin (1/6/2020).

"Dari satu tambahan kasus baru tersebut, masuk daftar klaster Jakarta," kata Lina.

Lebih lanjut Lina mengatakan, satu tambahan pasien positif Covid-19 ini merupakan satu keluarga dengan pasien sebelumnya yang pernah dinyatakan positif Corona tetapi meninggal dunia di Jakarta.

"Jadi tekait pemakaman jenazah dari Jakarta, dimakamkan di Boyolali yang positif Covid-19 itu," ucap Lina.

Adapun FT menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Boyolali.

Pihaknya pun melakukan tracing atau pelacakan siapa saja yang kontak erat dengan keempat pasien tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved