Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

New Normal

Era New Normal Diyakini Dapat Kembalikan Gairah Pembiayaan Multifinance

Pemerintah mulai menggalakkan kampanye new normal dengan penerapan protokol kesehatan agar roda perekonomian kembali menggelinding

Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi - Penukaran uang dolar ke rupiah. Editor: Mohamad Yoenus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pemerintah mulai menggalakkan kampanye new normal dengan penerapan protokol kesehatan agar roda perekonomian kembali menggelinding di tengah pandemi covid-19.

Kebijakan itupun diyakini dapat memberikan angin segar bagi kinerja perusahaan pembiayaan yang tertekan dalam pandemi dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF), Harjanto Tjitohardjojo mengakui, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan dilanjutkan dengan new normal bisa memulihkan bisnis pembiayaan multifinance. Pemulihan itu akan berlangsung secara bertahap.

“Dengan kebijakan down payment (DP) baru, diharapkan pada Juli 2020 business sudah recovery 30 persen, Oktober bisa di 40 persen, dan Desember bisa 50 persen, dari pembiayaan normal sebelum covid-19 yang mencapai Rp 2,5 triliun/bulan,” ujarnya, kepada Kontan, pekan lalu.

Artinya, pada Desember 2020, MTF diperkirakan sudah bisa menyalurkan pembiayaan senilai Rp 1,25 triliun/bulan. Pembiayaan MTF telah tertekan covid-19, di mana pada April 2020 tercatat menyalurkan Rp 564 miliar, anjlok dibandingkan dengan bulan yang sama 2019 mencapai Rp 2,1 triliun.

Kendati sudah mengalami pemulihan bisnis, Harjanto mengatakan, MTF tetap menerapkan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas pembiayaan. Sehingga, pembiayaan tetap mengalir deras dan rasio pembiayaan bermasalah bisa dijaga.

“Saat ini kebijakan DP di 40 persen, agak sulit mengoptimalkan pembiayaan baru. Kami sedang mengajukan ke induk perusahaan Bank Mandiri untuk Juni ini DP bisa 25-30 persen saja,” ucapnya.

Menurut dia, sepanjang tahun ini April, MTF mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 7,8 triliun, turun 17,89 persen year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu mencapai Rp 9,5 triliun.

Bangkit lagi

Direktur Utama PT BCA Finance, Roni Haslim juga meyakini dibukanya kembali roda perekonomian bisa memacu gerak bisnis pembiayaan secara bertahap. Bahkan, dalam jangka panjang bisa membangkitkan lagi industri multifinance.

“Perkiraan saya, akhir tahun pembiayaan sudah bisa mendekati normal. Untuk saat ini kami fokus restrukturisasi, agar rasio pembiayaan bermasalah tidak naik. Sampai saat ini sudah ada 95.000 orang yang mengajukan

restrukturisasi, dan 65.000 sudah kami setujui,” paparnya.

Ia juga mengakui, pembiayaan BCA Finance tertekan covid-19 hingga April 2020. Hal itu terlihat dari pembiayaan selama 4 bulan pertama tahun ini mengalami penurunan sebesar 19,4 persen yoy menjadi Rp 8,82 triliun. Pembiayaan itu ditopang segmen mobil baru.

Adapun, jumlah restrukturisasi pembiayaan perusahaan pembiayaan akibat covid-19 semakin membesar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding realisasi pembiayaan yang direstrukturisasi mencapai Rp 66,78 triliun.

Kebijakan relaksasi restrukturisasi dan dorongan penyediaan pinjaman baru untuk tambahan modal kerja diharapkan dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha di sektor riil, UMKM, dan sektor informal untuk dapat menjaga keberlangsungan usahanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved