Berita Semarang
Dinkes Kabupaten Semarang Siapkan Protokol Kesehatan Jelang New Normal
Dinkes Kabupaten Semarang siapkan rumusan terkait protokol kesehatan untuk diterapkan di ruang publik menyambut pelaksanaan tatanan kenormalan baru.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinkes Kabupaten Semarang siapkan rumusan terkait protokol kesehatan untuk diterapkan di ruang publik menyambut pelaksanaan tatanan kenormalan baru.
Aturan baku itu ditargetkan selesai pertengahan bulan ini.
"Saat ini masih proses pengerjaan.
• Innalillahi Wa Innailahi Rojiun! Satpam Cantik yang Hilang Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo
• Gara-gara Ini Kedai Kopi Milik WNI di Amerika Lolos dari Penjarahan Demo Kematian George Floyd
• Dalam 2 Hari 15 Orang Positif Corona di Solo Raya, Wonogiri Jebol, Sukoharjo 3 Besar Jateng
• Penggotong Peti Jenazah Warga Klaten Baru Tahu Almarhum Dinyatakan Positif Corona di Semarang
Kami targetkan selesai minggu kedua Juni.
Sambil menunggu jika terdapat protokol baru dari pusat," jelas Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo, usai sosialisasi pelaksanaan new normal di kompleks Kantor Bupati Semarang, Kamis (4/6/2020).
Rumusan protokol kesehatan itu, jelas Ani, rencananya diterapkan di tempat-tempat umum.
Di antaranya fasilitas layanan kesehatan, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata.
Protokol kesehatan itu menurut Ani di antaranya penggunaan masker, cuci tangan, cek suhu tubuh, hingga menyiapkan rekaman audio yang diputar di toko swalayan.
Protokol kesehatan itu menurutnya dilakukan guna menekan potensi reaksi negatif warga Kabupaten Semarang jika ada tetangganya positif terkena corona.
"Kami aktif menjemput warga yang positif corona.
Pendekatannya persusasif dan tidak ada istilah jemput paksa."
"Maka kami ingin agar tak ada masyarakat di satu wilayah tersebut mencekal atau misal melarang mereka yang pernah positif corona untuk pulang," jelasnya.
Terkait pelaksanaan rapid tes corona di Kabupaten Semarang, Ani menjelaskan pihaknya telah melakukan seribu tes itu.
Saat ini Ani menjelaskan pihaknya masih memiliki 450 alat rapid tes yang diprioritaskan ke kelompok beresiko tinggi.
Di antaranya terkait klaster Pasar Kobong Kota Semarang serta Klaster Gowa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rapat-sosialisasi-pelaksanaan-new-normal-di-kompleks-kantor-bupati.jpg)