Rob di Tegal
Banjir Rob Tegal, 7 Warung di Pantai Pulau Komodo Rusak
Air pasang atau rob yang terjadi di Kota Tegal dalam sepekan terakhir, menyebabkan beberapa objek wisata di kawasan Pantai Martoloyo, Kelurahan Panggu
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Air pasang atau rob yang terjadi di Kota Tegal dalam sepekan terakhir, menyebabkan beberapa objek wisata di kawasan Pantai Martoloyo, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, mengalami kerusakan.
Ada tiga objek wisata di kawasan Pantai Martoloyo, yaitu Pantai Batamsari, Pantai Pulau Komodo, dan Pantai Pulau Kodok.
Seorang pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Pantai Pulau Komodo, Teguh Sapari (45) mengatakan, empat hari yang lalu rob terjadi cukup besar.
• Heli Jatuh di Kendal, Saksi Mata: Suara Korban Minta Tolong Bersahutan dari Segala Arah
• UPDATE, Jenazah Korban Heli Jatuh di Kendal Dibawa ke RS Bhayangkara Semarang
• KISAH PILU, Suaminya Batal Haji karena Meninggal, Kini Tumirah Batal Haji karena Corona
• BREAKING NEWS: Pasar Karangayu Semarang Ditutup Tiga Hari setelah 3 Pedagang Positif Corona
Air menggenangi warung hingga naik ke jalan akses lalu- lalang pantai.
Menurut Teguh, ketinggian air sekira 20 centimeter hingga 30 centimeter.
Ia mengatakan, rob terparah terjadi sejak Senin (1/6/2020) hingga Kamis (4/6/2020).
"Rob biasanya mulai pukul 15.00 WIB sampai 20.00. Semua tersendat. Apalagi akses jalan tidak bisa dilalui," kata Teguh kepada tribunjateng.com, Sabtu (6/6/2020).
Teguh mengatakan, akibat dari rob tersebut ada satu lokasi toilet dan tujuh warung di Pantai Pulau Komodo yang mengalami kerusakan.
Dua dari warung tersebut mengalami kerusakan total.
Namun menurutnya, warga secara bergotong royong kemudian memperbaiki warung yang rusak.
Ia memperkirakan, kerugian kerusakan satu warung mencapai Rp 20 juta.
"Ya kita bareng- bareng kerjasama untuk gotong royong. Jika ada kerusakan tidak mengandalkan pemerintah. Itu kan siklus tahunan," ungkapnya.
Meski demikian, Teguh berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperpanjang pemecah gelombang atau groin.
Setahu Teguh, saat ini sudah ada 54 titik pemecah gelombang yang ada di Kelurahan Panggung.
Ia mengusulkan, pemerintah bisa memperpanjang masing- masing pemecah gelombang sepanjang 50 meter.
"Harapan kami dari pemerintah ada bantuan untuk pemecah gelombang atau groin. Kami tidak meminta apa- apa. Kami tidak minta bantuan untuk makan sehari- hari. Tapi minta bantuan untuk groin," jelasnya.
Sementara Kalak BPBD Kota Tegal, Andri Yudi Setiawan mengatakan, ada empat kelurahan yang terdampak rob, yaitu Kelurahan Mintaragen, Kelurahan Panggung, Kelurahan Muarareja, dan Kelurahan Tegalsari.
Ia mengatakan, rob terjadi karena dampak dari adanya siklus pancaroba dari musim penghujan ke musim kemarau.
Menurut Yudi, dampaknya sekira 100 lebih rumah warga terendam rob.
Namun tidak ada kerusakan yang terjadi di rumah warga.
Beberapa kerusakan terjadi di warung- warung objek wisata, seperti di Pantai Pulau Kodok.
"Untuk rumah warga tidak rusak. Hanya beberapa fasilitas masyarakat berupa warung di Pulau Kodok mengalami kerusakan. Tapi karena bukan bangunan permanen, mereka secara swadaya memperbaiki sendiri," jelasnya. (fba)
• TNI AD: Heli yang Jatuh di Kendal Sedang Latihan Terbang Tactical Manuver
• Ini Daftar Penumpang Heli Jatuh di Kendal, 4 Perwira TNI AD Meninggal
• Pasang Foto Anggota TNI Tampan, Seorang Perempuan di Purwokerto Tipu 6 Gadis
• Mantan Kapolri & 2 Relawan Jokowi Duduki Kursi Komisaris BUMN Waskita Karya yang Baru