Wabah Virus Jateng
Yuri Sebut 12.129 Pasien Sembuh Tapi Indonesia Catat Rekor Sehari Tambah 1.241 Kasus Covid-19
Elemen di pusat maupun daerah mempersiapkan secara serius menjalani kehidupan New Normal justru angka kasus positif Covid-19
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Saat berbagai elemen di pusat maupun daerah mempersiapkan secara serius menjalani kehidupan New Normal justru angka kasus positif Covid-19 mencengangkan.
Dalam 24 jam terakhir, tercatat ada penambahan 1.241 pasien positif Covid-19. Angka ini merupakan jumlah kasus baru tertinggi dalam sehari, sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.
"Kita dapatkan konfirmasi kasus baru positif sebanyak 1.241 orang sehingga menjadi 34.316 orang," kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Rabu (10/6) sore.
Penambahan 1.241 kasus baru ini merupakan hasil pemeriksaan dari 17.757 spesimen dalam sehari. Tambahan kasus tertinggi sebelumnya yakni 1.043 kasus, pada Rabu (9/6) kemarin.
Pada Rabu, kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 33.076 kasus.
Dia juga umumkan bahwa penambahan jumlah pasien yang sembuh dalam 24 jam terakhir, yakni 715 orang. Maka, total pasien sembuh sampai saat ini menjadi 12.129 orang.
Kemudian, kasus kematian bertambah 36 orang. Sehingga, pasien Covid-19 meninggal dunia menjadi 1.959 orang.
Adapun kasus Covid-19 hingga saat ini tersebar di 424 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, angka harian tertinggi terjadi pada 6 Juni dengan 993 orang. Lalu pada 23 Mei 949 kasus, dan 21 Mei 973 kasus.
Yuri menjelaskan penambahan rekor dua hari berturut-turut ini disebabkan karena tes yang masif dilakukan dalam beberapa hari terakhir.
"Ini adalah bukti memang tracing yang agresif akan bisa menangkap begitu banyak kasus positif dan sudah barang tentu kita akan menginginkan kasus ini melakukan isolasi dengan sebaik-baiknya secara mandiri agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain," kata Yuri.
Menurut Yuri, kebanyakan spesimen yang didapat laboratorium beberapa hari belakangan ini didapat dari tingkat puskesmas bukan rumah sakit. Sehingga hasil pemeriksaan yang keluar menjadi banyak.
"Penambahan kasus positif ini disebabkan karena tracing yang agresif dilakukan, sehingga bisa kita lihat bahwa sebagian besar penambahan kasus ini adalah spesimen yang dikirim oleh puskesmas atau dinas kesehatan, tidak didominasi oleh spesimen yang dikirim oleh rumah sakit," jelasnya.
Pada Rabu kemarin, lima provinsi menjadi penyumbang kasus baru positif corona terbanyak. Wilayah itu yakni Jawa Timur dengan 273 kasus, Sulawesi Selatan 189 kasus, DKI Jakarta 157 kasus, dan Jawa Tengah 139 kasus.
Sejak Mei 2020 jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia melonjak drastis. Terhitung sejak 1 sampai 31 Mei, jumlah kasus positif mencapai 16.355 orang. Angka tersebut meningkat dua kali lipat ketimbang April 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/juru-bicara-pemerintah-untuk-covid-19-achmad-yurianto-dalam-keterangan-resmi.jpg)