Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Waspada Serangan Ubur-ubur, Puluhan Pengunjung Pantai Parangtritis Tersengat Bikin Gatal dan Luka

Puluhan pengunjung tersengat ubur-ubur saat sedang bermain di kawasan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul.

Editor: galih permadi
Facebook/Djamboe Jay Djogja

TRIBUNJATENG.COM, BANTUL - Puluhan pengunjung tersengat ubur-ubur saat sedang bermain di kawasan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul.

Objek wisata pantai selatan itu memang sudah mulai ramai dipadati pengunjung, meskipun sampai saat ini belum resmi dibuka untuk umum.

Pengunjung yang tersengat binatang dengan sebutan Impes bagi warga Bantul itu, kebanyakan adalah anak-anak.

Viral Saat Polisi Evakuasi Ayla Kecelakaan di Jurang, Ditemukan Mayat Wanita di Dalam Datsun Silver

Akal Bulus Hadi Guru SMP Bergaya Fotografer Perdayai 25 Wanita Foto Tanpa Busana dan Disetubuhi

Viral Ibu Cekik Bayinya Berusia 8 Hari, Videonya Dipasang di Status Whatsapp Agar Dilihat Sang Pacar

Bus Tujuan Jakarta di Terminal Tegal Sudah Aktif, Per Hari Bisa sampai 30 Penumpang

"Yang tersengat ada orang dewasa, orang tua. Tapi kebanyakan adalah anak-anak," kata Koordinator SAR Satlinmas wilayah III Parangtritis, Muhammad Arif Nugraha, dihubungi Minggu (14/6/2020).

Objek wisata Pantai Parangtritis memang sudah ramai didatangi pengunjung sejak beberapa hari lalu.

Serangan ubur-ubur mulai terjadi, sejak Sabtu kemarin.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 50an pengunjung yang tersengat. 

Beruntung, akibat sengatan itu hanya menimbulkan gatal-gatal, panas dan luka ringan.

Tidak ada korban yang sampai fatal ataupun dilarikan ke rumah sakit.

Semua korban menurut Arif, dapat ditolong dengan pengobatan tradisional di Posko SAR Parangtritis. 

"Korban kita oleskan salep," ucap dia. 

Arif mengatakan, kawasan objek wisata Pantai Parangtritis dan sekitarnya sebenarnya masih ditutup untuk umum, akibat pandemi coronavirus disease.

Akan tetapi antusias pengunjung untuk berwisata sangat tinggi. Pihaknya mengaku tidak bisa melarang.

Terlebih TPR Parangtritis pintunya terbuka dan tidak ada pemungutan retribusi sehingga menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk masuk.

Sebagai tim SAR, pihaknya hanya bisa mengimbau agar pengunjung yang berada di Pantai Parangtritis selalu memakai masker, tidak berkerumun dan menerapkan physical distancing atau jaga jarak seperti anjuran pemerintah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved