Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Alasan Ganjar Pranowo Minta Wali Kota dan Bupati Hati-hati Terapkan Normal Baru

Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Magelang masuk zona merah kasus Covid-19.

Tayang:
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Desa Rendeng Kudus terpilih sebagai juara pertama dalam lomba Kampung Tangguh Nusantara Candi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -– Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Magelang masuk zona merah kasus Covid-19.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melayangkan surat kepada tiga kepala daerah itu agar memerhatikan kasus itu.

“Demak, Semarang (kota), Kabupaten Magelang itu merah. Tolong semuanya dikencengin lagi (tracing).

Kemarin kita lihat CFD kan banyak banget itu,masih ada orang mengerikan (padat).

Tolong jangan,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai rapat evaluasi di kantornya, Senin (15/6).

Ganjar mengaku melihat sendiri suasana CFD di Simpang Lima Kota Semarang yang ramai dan seolah ada even.

Hal itu menurutnya tidak bagus. Oleh karena itu apa yang sudah dilakukan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah lakukan tracing ketat hingga rapid test yang banyak.

Maka jangan sampai nanti masyarakat tertular karena masalah kerumunan tak terkendali itu.

Dari evaluasi, pihaknya membagi ada tiga daerah, kabupaten dan kota yang memang petanya merah, kuning dan hijau.

Pihaknya akan mengirimkan surat kepada bupati, dan wali kota agar berhati-hati.

Selain itu untuk daerah di Banyumas dan Wonosobo saat ini memasuki zona kuning mendekati hijau.

Sedangkan kota lain di Jateng masih kuning semua. Dari tempat-tempat itulah, Ganjar meminta semua untuk hati-hati.

Pihaknya menegaskan agar kabupaten dan kota untuk melakukan tracing yang lebih giat, serta memperbanyak surveilans. Sehingga akan tahu seberapa banyak yang tertular virus Corona.

Dalam surat itu akan ditegaskan agar tidak ada lagi kerumunan, dan dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat sehingga pengawasan ketat bisa dilakukan.

Pasar Diminta Ditata

Ganjar juga menuturkan agar pasar seluruhnya ditata. Yaitu bukan berarti pasar ditutup tiga hari karena ada kejadian kasus Covid, tapi juga mesti dilakukan penjarangan atau menempatkan petugas di pasar untuk khusus mengawasi dan berpatroli. Selain juga sarana dan prasarananya disiapkan.

"Itulah yang nanti kita akan kirim surat," ujar dia.

Ganjar juga meminta agar seluruh laboratorium pemeriksaan hasil tes Corona untuk siap bekerja lebih keras lagi.

"On 24 jam. Sehingga PCR test itu bisa dilakukan tidak dalam waktu 2-3 hari tapi satu hari Jika laboratorium tidak bisa melakukannya sehari maka menurutnya tidak usah," tegasnya.

Sementara, Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 Jateng, Anung Sugihanto, mengatakan, beberapa daerah di Jateng memang menunjukkan posisi landai.

Beberapa sudah masuk zona hijau, sementara lainnya masuk zona kuning.

"Namun semua harus hati-hati, tidak perlu cepat-cepat mengambil kebijakan normal baru. Sebab, tidak menutup kemungkinan potensi wabah kembali terjadi.

Seperti Kebumen kemarin itu menurut kami terlalu dini, sebab dari data saat ini, kasus PDP di daerah itu justru meningkat," ucapnya.(lhr/mam)

FOKUS : Tak Sengaja Tertawakan Jaksa Fedrik

Kamu Tak Akan Bertemu Anak-Anak Lagi! Kata Robby ke Istri Sebelum Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri

Update Corona Wonosobo Hari Ini Selasa 16 Juni 2020: 90 Positif Covid-19, Jateng 2.267

Nikita Mirzani Siapkan Diri untuk Terjun ke Panggung Politik: Gue Mau Sejahterakan Masyarakat

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved