Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Semarang

Aminah Ingin Tahu Alasan Kenapa Dirinya Tak Terima Bansos Pemerintah

Aminah (47) bersama sejumlah ibu-ibu warga Dusun Krajan, Desa Polosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, mendatangi kantor kecamatan

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Akbar Hari Murti
Perwakilan ibu-ibu dusun Krajan, Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang duduk di depan kantor Kecamatan Bawen, Senin (15/6/2020). Mereka meminta kejelasan terkait bantuan sosial terdampak corona. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Aminah (47) bersama sejumlah ibu-ibu warga Dusun Krajan, Desa Polosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, mendatangi kantor kecamatan setempat, Senin (15/6).

Mereka yang merupakan perwakilan 10 RT di Desa Polosari itu mempertanyakan alasan mereka tak mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, padahal terdampak wabah corona.

Di kantor kecamatan, mereka diterima Camat Bawen Gunadi didampingi Kades Polosiri Nurgiyanto. Saat sebagian perwakilan bertemu camat dan kades, sebagian lain duduk lesehan di teras kantor kecamatan.

"Kok saya dan ibu-ibu lain di Krajan masih ada yang belum dapat BST dan bansos Pemkab Semarang," tanya perwakilan ibu-ibu Krajan Polosiri, Aminah (47).

Aminah mengaku janda yang tak bekerja dan kesehariannya harus merawat sang ibu. Dia dan sejumlah warga lain yang terdampak wabah corona tak mendapat bantuan, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

"Yang dapat kok malah mereka yang mampu-mampu. Yang tergolong tidak mampu, seperti kami, kok malah tidak dapat," jelasnya sembari berkaca-kaca.

Aminah sangat ingin mendapatkan bansos sebab ia mengaku termasuk warga terdampak corona. Hanya, tak pernah mendapat penjelasan kenapa kenapa tidak mendapat bantuan yang dimaksud.

Bansos Pemkab Semarang untuk warga terdampak corona berupa sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST) juga perluasan BST dari Kemensos pun, menurut Aminah, tak didapatkannya. Dia tak mengetahui apa yang menjadi dasar pendataan yang dilakukan di tingkat RT.

Sebenarnya, mereka telah meminta penjelasan dari Pemerintah Desa Polosiri. Namun, dari informasi pemdes, data penerima bantuan di Dusun Krajan sudah dikirim.

"Harapannya, semuanya dapat. Artinya kan masih banyak yang tak mampu di desa kami," jelasnya. Setelah berdiskusi dengan Camat Gunadi dan Kades Nurgiyanto, perwakilan ibu-ibu Dusun Krajan itu pulang ke rumah.

Camat Bawen Gunadi, saat dikonfirmasi mengatakan, ia sudah memerintahkan kades Polosiri untuk mendata ulang penerima bantuan corona di Dusun Krajan.

Agar terdapat rasa keadilan, ia memerintahkan kades mencoret penerima bansos yang termasuk keluarga mampu dan mengganti ke masyarakat tak mampu serta terdampak corona.

"Sebab, tak hanya di Krajan Polosiri. Ada salah ketik juga untuk daftar penerima bantuan di Kelurahan Harjosari. Kami akan memaksimalkan pendataan supaya lebih cermat," katanya.

Menurutnya, solusi untuk warga Krajan setelah didata ulang akan mendapatkan BLT dari dana desa. Pendataan dilakukan sesuai standar operasi prosedur dari Dinsos Kabupaten Semarang, lewat RT.

"Kami langsung menargetkan kades setempat untuk mendata ulang, bisa selesai maksimal dalam tiga hari ke depan," jelas Gunadi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved