Berita Semarang
Bangkitnya Bisnis Wedding Organizer Setelah Walikota Hendi Perbolehkan Gelar Pernikahan di Semarang
Belum lama ini Pemerintah Kota Semarang (Pemkot Semarang) menegaskan tidak melarang kegiatan pernikahan di Kota Semarang di tengah
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Belum lama ini Pemerintah Kota Semarang (Pemkot Semarang) menegaskan tidak melarang kegiatan pernikahan di Kota Semarang di tengah adanya pandemi covid-19 saat ini, dengan catatan mampu menjalankan sesuai protokol kesehatan yang ada.
Hal ini menjadi angin segar bagi bisnis wedding organizer (WO), dimana bisnis ini merupakan satu di antara usaha lainnya yang juga mengalami kelesuan akibat adanya pandemi ini.
Owner Special Wedding Management (SWM), Suwito Yuli Murdiantoro atau yang akrab disapa Toro ini mengungkapkan ketika adanya peraturan terkait diperbolehkannya melaksanakan kegiatan pernikahan di Kota Semarang di saat adanya pandemi saat ini, terhitung sejak bulan Juni awal sudah ada pasangan yang melangsungkan pernikahan menggunakan jasa WO di SWM milik Toro.
• Detik-detik Nenek di Semarang Loncat ke Sumur Bawa Foto Cucu dan Almarhum Suami, Berakhir Begini
• Isi Curhat Istri dan Borok PNS Main Serong Teman Kerja dalam Mobil, Sering Gonta-ganti Cewek
• Inilah Sosok Mantan Istri Dory Harsa, Beredar Foto Pernikahan Hingga Cerita Almarhum Didi Kempot
• Mutasi Polri, Inilah 5 Kapolres Baru di Jateng, Dirreskrimsus dan Dirreskrimum Baru Polda Jateng
“WO kami mulai berjalan lagi bulan Juni ini, tepatnya ketika Pemkot Semarang memperbolehkan adanya pernikahan asal sesuai dengan protokol kesehatan yang ada.
Pada bulan Juni awal sudah ada satu pasangan yang menikah sewaktu itu peraturannya masih hanya diperbolehkan 10 orang saja yang hadir saat akad nikah,” tutur Toro kepada Tribunjateng.com, Rabu, (17/6/2020).
Sementara itu, kini Toro menuturkan peraturan untuk kapasitas tamu yang hadir dalam acara pernikahan di Kota Semarang sudah mengalami peningkatan menjadi 30 orang.
“Kalau di minggu ini ada tiga pasangan yang pernikahannya menggunakan WO kami, ketika kapasitas tamu yang hadir sudah menjadi 30 orang,” kata Toro.
Meskipun mulai sedikit berangsur-angsur membaik, namun Toro mengungkapkan masih banyak para calon pengantin yang sudah booking di WO SWM namun memilih untuk melakukan jadwal ulang (reschedule)dikarenakan masih ragu dengan situasi yang ada.
Kebanyakan dari mereka memilih reschedule dengan harapan kedepan akan muncul peraturan-peraturan baru lainnya yang memperbolehkan lebih banyak lagi kapasitas tamu yang hadir.
Sementara itu, untuk pasangan yang sudah melakukan pernikahan menggunakan WO SWM dikatakan masih berasal dari daerah Semarang saja, seperti di Genuk dan Banyumanik.
“Pastinya dengan kemarin ada pandemi banyak sekali calon pengantin yang memilih reschedule terlebih dahulu dan hal ini membuat bisnis WO mengalami penurunan total 100 persen karena usaha kami tidak beroperasi sama sekali.
Besar harapan kami kedepan terlebih dengan adanya new normal ada ketegasan dari Pemerintah untuk bagaimana aturan yang jelas beroperasi kembalinya bisnis WO ini,” terangnya.
Ia menambahkan kejelasan ini tidak hanya berlaku bagi bisnis WO saja namun juga bagi para customer yang ingin melangsungkan pernikahan, supaya bisa mendapatkan kepastian.
Tak lupa juga Toro mengatakan WO SWM tetap memperhatikan protokol kesehatan serta perizinan untuk berlangsungnya pernikahan dimasa pandemi ini bagi para calon pengantin, mulai dari perizinan di Kantor Urusan Agama (KUA), perizinan ke RT, RW dan lain sebagainya.
Ia pun optimistis di era new normal ini bisnis WO akan bangkit kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/satu-di-antara-pernikahan-yang-dibantu-diselenggarakan-oleh-wo-swm.jpg)