Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

BPCB Jateng Kaji Penambahan Fasilitas Protokol Kesehatan di Candi Gedongsongo

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng melakukan kajian terhadap fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan protokol kesehatan di Candi Gedongsongo

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Istimewa
Petugas Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang melakukan simulasi tahap pertama di Candi Gedongsongo, Kabupaten Semarang, Selasa (16/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng melakukan kajian terhadap fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan protokol kesehatan di Candi Gedongsongo.

Kajian itu dilakukan agar fasilitas kesehatan tak malah merusak bangunan candi.

Ngatno, petugas teknis BPCB Jateng, mengingatkan Pemkab Semarang agar fasilitas kesehatan tak mengganggu nilai estetika dan membahayalan bangunan cagar budaya.

"Maka saat simulasi oleh Dinas Pariwisata, kami minta untuk berkomunikasi dengan BPCB," jelasnya, Rabu (17/6/2020).

Dinyatakan Sembuh, Pasien Corona di Banjarnegara Ini Sempat Emoh Pulang, Alasannya So Sweet

Update Virus Corona Kota Semarang Terbaru, Pedurungan Tertinggi dan Mijen Terendah

1 Keluarga di Klaten Nekat Jemput Saudaranya di Semarang yang Positif Corona, Kini Berstatus OTG

Promo Superindo Hari Kerja 15-18 Juni 2020, Diskon hingga 50 Persen Ini Daftar Lengkapnya

Ngatno menguraikan, untuk fasilitas kesehatan yang saat ini dipasang oleh Pemkab Semarang melalui Dinas Pariwisata, ditempatkan di lokasi yang sudah diizinkan.

Di antaranya 13 kran air untuk cuci tangan yang berada di samping tempat pembelian tiket masuk candi Gedongsongo dan pemberian tanda jarak untuk antrean pembeli tiket masuk candi.

Sementara, penambahan fasilitas kesehatan lainnya di area candi menurutnya harus menunggu hasil kajian yang dilakukan BPCB.

"Misal menyemprot disinfektan ke bangunan candi, apakah bisa menyebabkan kerusakan candi atau tidak. Harus dikaji dahulu."

"Cairan itu apakah merusak batu atau tidak," papar dia.

Ngatno menjelaskan, kajian yang dilakukan BPCB selaku unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kajian mengacu kelasa ketentuan perundang-undangan.

"Jika semakin banyak fasilitas tambahan yang tak sesuai, dikhawatirkan merusak nilai situs yang ada," kata dia.

Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang melakukan simulasi pembukaan Candi Gedongsongo Kabupaten Semarang tahap satu pada Selasa (16/6/2020) kemarin. Sesuai rencana, simulasi lanjutan dilakukan Juli mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, menjelaskan, terkait simulasi yang dilakukan di tahap, pihaknya telah memasang beberapa fasilitas.

Di antaranya kran air untuk cuci tangan juga pengecekan suhu badan.

"Kami juga melakukan pembuatan garis pandu antrean bagi penerapan physical distancing pengunjung agar tak ada kerumunan orang," jelasnya. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved