Berita Sragen
PT BKK Karangmalang Serahkan CSR Guna RTLH dan Pengembangan Ekonomi ke Desa Jambanan Sragen
PT Bank Perkreditan Rakyat (BKK) Karangmalang serahkan dana CSR ke Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - PT Bank Perkreditan Rakyat (BKK) Karangmalang serahkan dana CSR ke Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Rabu (17/6/2020).
Dana CSR sebesar Rp 200 juga diserahkan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pengembangan ekonomi di desa Jambanan.
"Kami akan serahkan CSR Rp 200 juta untuk RTLH delapan unit, per unit sebesar Rp 10 juta sisanya Rp 120 juta digunakan untuk pengembangan ekonomi kepada 61 orang pelaku usaha," kata Direktur PT Bank Perkreditan Rakyat BKK Karangmalang, Raji.
Raji menyampaikan jumlah uang bagi pelaku usaha akan berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing pengusaha.
Penerima bantuan akan menerimanya dalam bentuk buku tabungan Tamades atau telah dibukakan rekening yang sudah bisa diambil hari ini juga.
Raji menambahkan proses ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun, namun karena adanya wabah virus corona harus tertunda.
"Sebenarnya sudah sejak awal tahun namun kami tunda karena takut habis untuk kehidupan sehari-hari, karena ini sudah new normal diharapkan bisa memulai usaha kembali saat sekarang ini," katanya.
Dirinya menyampaikan CSR ini bertujuan mewujudkan kepedulian terhadap peningkatan ekonomi mikro di desa.
Selain itu bantuan ini dapat membantu mengentaskan kemiskinan karena Sragen masih dalam kategori miskin sehingga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi.
"Harapan kita dengan bantuan itu kita kompak karena ekonomi kelas UKM harus ada kekompakan antara pelaku, pembinaan dari dinas sehingga harapan kita dapat meningkatkan kehidupan," katanya.
Penyerahan secara simbolis CSR tersebut diberikan oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Direktur PT Bank Perkreditan Rakyat BKK Karangmalang, Raji.
Yuni dalam kesempatannya menyampaikan di era Pandemi Covid-19 ini Pemkab Sragen sangat membutuhkan bantuan.
Dirinya menyampaikan semua pihak perlu gotong royong dan tidak bisa dibebankan di Pemkab, Provinsi dan Pemerintah Pusat agar bisa merangkul semua masyarakat yang terdampak Covid-19.
"Sebelum pandemi angka kemiskinan saja sudah tinggi, awal 2021 kita akan mendapatkan laporan penurunan di berbagai sektor. Perekonomi akan turun, angka kemiskinan akan bertambah," kata Yuni.
Yuni menyampaikan menurut prakiraan para pakar dua tahun ke depan Indonesia akan masih dalam masa pemulihan mengingat, semua uang negara untuk menata pencegahan Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemberian-secara-simbolis-danh-oleh-bupati-sragen-k-1762020.jpg)