Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Strategi Pemprov Jateng Bantu UMKM Bangkit di Tengah Pandemi

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor usaha yang ikut merasakan dampak dari pandemi virus corona Covid-19.

ISTIMEWA
UMKM Buat Kaos 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor usaha yang ikut merasakan dampak dari pandemi virus corona Covid-19.

Berbeda dengan krisis tahun 1998 dimana UMKM saat itu justru sintas, bahkan menjadi pahlawan dalam menggerakkan kembali perekonomian nasional.

Memasuki kebiasaan baru atau new normal, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi supaya usaha di sektor ini bangkit.

Isi Curhat Istri dan Borok PNS Main Serong Teman Kerja dalam Mobil, Sering Gonta-ganti Cewek

Video Nenek Nekat Upaya Bunuh Diri Lompat ke Sumur

Mutasi TNI, Pangdam Mayjen TNI Mochamad Effendi Rotasi 3 Jabatan di Kodam IV/Diponegoro

Update Virus Corona Kota Semarang Terbaru, Pedurungan Tertinggi dan Mijen Terendah

Ada sebanyak 23.900 UMKM di Jawa Tengah terancam bangkrut karena terdampak pandemi.

Mereka terpuruk lantaran persoalan pasar.

"Ini karena persoalan pasar, karena yang beli tidak ada.

Justru, pasar online naik dua kali lipat, omzet e-commerce naik.

Sehingga, harus tetap optimis, semangat, jangan nglokro (lemas)," kata Kepala Dinkop-UMKM Jateng, Ema Rachmawati dalam diskusi virtual, Rabu (17/6/2020).

Dengan e-commerce ada ceruk yang bisa diisi agar UMKM tetap eksis.

Tentu saja, pelaku UMKM harus kreatif dan inovatif jika ingin 'bertarung' di pasar digital.

Misalnya dari sisi kemasan atau packaging yang harus lebih menarik saat dipasarkan di etalase online.

"Ada cerita pasar tradisional masuk e-commerce seperti yang dilakukan teman-teman di Bandungan (Kabupaten Semarang) yang menjual sayuran menggunakan aplikasi.

Dan hasilnya menggiurkan," jelasnya.

Mau tidak mau, lanjutnya, UMKM harus merangsek ke dunia e-commerce. Tapi harus diikuti ide baru nan segar yang sesuai pasar online.

Kemudian, kreatif dan inovatif yang dimaksud yakni bisa menangkap peluang atau tren yang terjadi saat ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved