Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Update Corona Wonosobo Rabu 17 Juni 2020: 90 Positif Covid-19, Jateng 2.357

update Corona Wonosobo hari ini Rabu 17 Juni 2020, 90 pasien positif covid-19,berikut rincian per kecamatan Garung 20,Kalibawang 0, Kalikajar 3, Kaliw

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Dinas Kesehatan Wonosobo/ update corona hari ini
Update Corona Wonosobo Rabu 17 Juni 2020: 90 Positif Covid-19, Jateng 2.357 

Update Corona Wonosobo Rabu 17 Juni 2020 90 Positif Covid-19, Jateng 2.357

TRIBUNJATENG.COM - Update kasus virus Covid-19 atau Corona di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah hari ini, Rabu 17 Juni 2020.

Pemerintah kabupaten Wonosobo merilis data jumlah kasus dan juga peta penyebaran virus Corona di laman corona.wonosobokab.go.id.

Dari total 90 kasus positif corona Wonosobo, 67 pasien positif dinyatakan sembuh, 0 kasus meninggal dan 23 pasien positif masih dirawat.

Dari total 90 pasien positif corona di Wonosobo, berikut rincian per kecamatan :
1. Garung 20
2. Kalibawang 0
3. Kalikajar 3
4. Kaliwiro 13
5. Kejajar 10
6. Kepil 2
7. Kertek 4
8. Leksono 2
9. Mojotengah 5
10. Sapuran 8
11. Selomerto 1
12. Sukoharjo 1
13. Wadaslintang 3
14. Watumalang 3
15. Wonosobo 15

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, sebanyak 19 pasien positif corona Wonosobo dirawat di RSUD Setjonegoro Wonosobo, 2 di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, dan 2 di RS Islam Wonosobo.

Viral Siswa SMP Tewas Dililit Ular Piton, Panji Petualang Ajarkan Cara Lolos dari Lilitan Piton

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Selasa 16 Juni 2020, Leo Berdamailah dengan Ketidaksempurnaan

Bisnis Barunya Belum Dapat Satu pun Pelanggan, Tya Ariestya Tetap Gaji Karyawan Penuh

Ikan Arwana Rp 2 Juta Milik Bayu Digoreng Sang Ayah Tanpa Rasa Bersalah, Katanya Rasanya Enak

 

Sedangkan PDP atau Pasien Dalam Pengawasan ada 387 kasus dan ODP sebanyak 2.455 kasus.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencatat, dari 387 kasus Pasien Dalam Pengawasan,  tercatat 6 meninggal dunia, 308 sembuh dan 73 masih dirawat.

Sementara itu di Jawa Tengah, 2.357 warganya dinyatakan positif corona.

Dari 2.357 positif corona, 1.103 masih dirawat,  1.070 pasien positif dinyatakan sembuh dan 184 meninggal dunia.

Berikut data Rumah Sakit yang masih merawat pasien positif corona :

136 Kabupaten Temanggung
55 RSUP Dr. Kariadi Semarang
50 RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
39 RSUD Sunan Kalijaga Demak
38 RSUD Loekmono Hadi Kudus
35 Kota Semarang
31 RSUD Merah Putih Kab Magelang
28 RSUD Djoyonegoro Temanggung
26 Kabupaten Sukoharjo
25 Kabupaten Demak
23 RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo
23 RSU Mardi Rahayu Kudus
23 Kabupaten Boyolali
21 RSU Sultan Agung Semarang
21 Kabupaten Magelang
19 RSUD Setjonegoro Wonosobo
19 RSUD Batang
18 RSUD RA Kartini Jepara
18 Klinik Bhakti Padma
16 Kabupaten Sragen
15 RS Paru Ario Wirawan
15 RSUD Kelet Jepara
14 RSUD Brebes
13 RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
13 RSU Columbia Asia Semarang
13 RSJP Prof. dr. Soerojo Magelang
12 RSU Telogorejo Semarang
12 RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga
11 RS Panti Wilasa Citarum
11 RS Panti Wilasa dr. Cipto
11 RSUD Bumiayu
11 RSUD Majenang
11 Kabupaten Semarang
10 RS Nasional Diponegoro
10 RSUD Bung Karno Surakarta
9 RS Roemani Muhammadiyah
9 Kabupaten Jepara
8 RSUD Tugurejo Semarang
8 RSUD Salatiga
8 RSU dr. Asmir Salatiga
7 RSUD Dr. Moewardi Solo
7 RSU St. Elizabeth Semarang
7 RSUD dr. M Ashari Pemalang
7 RSU William Booth
7 RS Islam Banjarnegara
6 RSUD Dr. H. RM. Seoselo Tegal
6 RSU Duta Mulya
5 RSU dr. Soedjono Magelang
5 RS Islam Sunan Kudus
5 RSUD Bagas Waras Klaten
5 RSUD Muntilan Kab Magelang
5 RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
5 RS QIM Batang
5 Kabupaten Kebumen
5 Kabupaten Batang
4 RSUD dr R. Soetrasno Rembang
4 RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo
4 RSU Islam Klaten
4 Dinkes
4 Kabupaten Banyumas
4 Kabupaten Grobogan
4 RS Harapan Sehat
4 Sidorejo Kidul
4 Mangunsari
3 RSUD Banyumas
3 RSUD Pandan Arang Boyolali
3 RSUD Ambarawa
3 RSUD Panti Nugroho
3 RSUD dr. R. Soedjati Grobogan
3 RSUD Ajibarang
3 RS Asyiyah Kudus
3 RS Pertamina Cilacap
3 RS PKU Muhammadiyah Gubug
3 Kabupaten Kendal
2 RSU Bhayangkara Semarang
2 RSUD Cilacap
2 RSUD Kraton Pekalongan
2 RSU Siaga Medika Banyumas
2 RSUD dr. Soediran MS Wonogiri
2 RSU Hermina Purwokerto
2 RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen
2 RSUD Budi Rahayu Magelang
2 RSUD Ungaran
2 RS Islam Wonosobo
2 RSUD dr. R. Soetijono Blora
2 RS Islam Kendal
2 RSUD Bendan Kota Pekalongan
2 Kabupaten Klaten
2 RS Puri Asih
2 Tengaran
1 RSUD Kardinah Tegal
1 RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal
1 RSUD Tidar Kota Magelang
1 RS Panti Rahayu Yakkum
1 RST Wijayakusuma Purwokerto
1 RSUD Karanganyar
1 RSUD dr. Soeratno Gemolong
1 RSU Bhakti Wira Tamtama Semarang
1 RS PKU Muhammadiyah Wonosobo
1 RS Graha Husada Jepara
1 RSUD Dr. H. Soewondo Kendal
1
1 RSUD R. Soeprapto Cepu
1 Kabupaten Pemalang
1 RS dr. Oen Solo Baru
1 RSU Universitas Sebelas Maret
1 Kabupaten Blora
1 RSJD Dr. Amino Gondohutomo
1 RSJD Dr. RM. Soedjarwadi
1 RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara
1 RSI Muhammadiyah Rodliyah Achid
1 RSU Harapan Sehat
1 Kota Magelang
1 Ngemplak Simongan
1 Kabupaten Pekalongan
1 Batealit
1 Tanjungrejo
1 Kabupaten Cilacap
1 Grogol
1 Sidorejo Lor
Data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat juga bisa mengakses langsung lewat smartphone.

Selain bisa megakses jumlah kasus yang terkonfirmasi, masyarakat juga bisa melihat kasus positif, PDP dan ODP di sekitar tempat tinggal lewat laman corona.jatengprov.go.id

Di lama tersebut juga tersedia daftar rumah sakit rujukan penanganan Corona yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Serta data jumlah pasien yang dirawat di rumah skait tersebut.

Indeks penularan virus korona di Jawa Tengah kini telah menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Bappenas yang dihimpun Pemprov Jateng, angka penggantian efektifnya (Rt) kini berada di angka

Meski sudah mengumumkan penurunan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum akan menerapkan normal baru. Ia tidak ingin gegabah dan masih khawatir jika muncul kembali gelombang kedua penularan COVID-19. 

"Kami tidak akan gegabah, tetapi angka (dari Bappenas) itu tetap kami jadikan satu pegangan. Saya khawatir masih ada gelombang kedua, gelombang ketiga, dan lainnya. Kami juga terus mengendalikan daerah-daerah yang masih fluktuatif seperti di Kota Semarang," kata Ganjar Kepada wartawan, Selasa (2/6). 

Ganjar mengatakan, pihaknya masih terus mengkaji menentang gelombang-gelombang maju. Terkait penanganan seluruh perawatan kesehatannya.

"Penerapan normal baru bukan berarti pertanda pandemi selesai lho. Kita harus menyetujui betul antisipasi-antisipasi yang ada, jangan mulai menerapkan normal baru kita lengah dari sisi kesehatan perlu dibahas selanjutnya," ungkap Ganjar. 

Menurutnya, sejak hari ini pun masyarakat tetap melanjutkan protokol kesehatan dan terus menggencarkan edukasi tentang penggantian virus corona. Jika angka Rt ini naik terus, bahkan lebih rendah lagi, Ganjar yakin 

"Saya minta Bupati, Wali Kota, untuk mensosialisasikan agar giat agar masyarakat dapat dipesan. Selain itu, daerah yang juga harus disetujui, awasi perbatasan agar daerahnya tetap dapat diperbaiki dengan baik," tegasnya. 

Penurunan angka penularan COVID-19 di Jateng akan tetap menjadi pedoman Pemprov Jateng dalam rilis kebijakan selanjutnya. Hal itu menjadi penting untuk sosialisasi bagi masyarakat.

Indeks penularan virus korona di Jawa Tengah kini telah menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Bappenas yang dihimpun Pemprov Jateng, angka penggantian efektifnya (Rt) kini berada di angka

Meski sudah mengumumkan penurunan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum akan menerapkan normal baru. Ia tidak ingin gegabah dan masih khawatir jika muncul kembali gelombang kedua penularan COVID-19. 

"Kami tidak akan gegabah, tetapi angka (dari Bappenas) itu tetap kami jadikan satu pegangan. Saya khawatir masih ada gelombang kedua, gelombang ketiga, dan lainnya. Kami juga terus mengendalikan daerah-daerah yang masih fluktuatif seperti di Kota Semarang," kata Ganjar Kepada wartawan, Selasa (2/6). 

Ganjar mengatakan, pihaknya masih terus mengkaji menentang gelombang-gelombang maju. Terkait penanganan seluruh perawatan kesehatannya. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menengok Pekerja Migran Indonesia yang dikarantina di gedung BPSDM Jateng di Srondol Kota Semarang. Foto: Dok Humas Pemprov Jateng

"Penerapan normal baru bukan berarti pertanda pandemi selesai lho. Kita harus menyetujui betul antisipasi-antisipasi yang ada, jangan mulai menerapkan normal baru kita lengah dari sisi kesehatan perlu dibahas selanjutnya," ungkap Ganjar. 

Menurutnya, sejak hari ini pun masyarakat tetap melanjutkan protokol kesehatan dan terus menggencarkan edukasi tentang penggantian virus corona. Jika angka Rt ini naik terus, bahkan lebih rendah lagi, Ganjar yakin 

"Saya minta Bupati, Wali Kota, untuk mensosialisasikan agar giat agar masyarakat dapat dipesan. Selain itu, daerah yang juga harus disetujui, awasi perbatasan agar daerahnya tetap dapat diperbaiki dengan baik," tegasnya. 

Penurunan angka penularan COVID-19 di Jateng akan tetap menjadi pedoman Pemprov Jateng dalam rilis kebijakan selanjutnya. Hal itu menjadi penting untuk sosialisasi bagi masyarakat. 

"Sekarang saja masih ada masyarakat yang enggak mau pakai topeng kok, jadi masih banyak hal yang harus disiapkan," tutupnya. 

Perlu diketahui, Bappenas mengungkapkan beberapa provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Utara sebagai tiga provinsi dengan angka pembayaran efektif (Rt) <1, dalam kurun waktu minimum 14 hari berturut-turut. Bahkan, Kondisi Rt

TONTON DAN SUBSCRIBE :

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved