Berita Video
Video Suasana Sedekah Laut Desa Pecangaan Pati
Sebagaimana penyelenggaraan Sedekah Laut Juwana pada 31 Mei lalu, pelaksanaan prosesi adat sejenis di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Berikut ini video suasana sedekah laut Desa Pecangaan Pati
Sebagaimana penyelenggaraan Sedekah Laut Juwana pada 31 Mei lalu, pelaksanaan prosesi adat sejenis di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan juga bernuansa sederhana.
Sebagai dampak pandemi virus corona, ritual sedekah laut di Desa Pecangaan, Kamis (18/6/2020), dilakukan dengan pembatasan-pembatasan khusus.
Di desa nelayan yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang tersebut, biasanya prosesi sedekah laut diiringi kemeriahan pementasan kesenian ketoprak.
Namun, kali ini sedekah laut dihelat tanpa keramaian. Hanya ada ritual larung sesaji yang dilaksanakan secara terbatas. Hanya beberapa perangkat desa, panitia, pemain rebana, dan petugas pengamanan yang berlayar ke laut untuk melepas sesaji.
Ritual larung sesaji dimulai pagi hari. Sekira pukul 09.00 WIB, miniatur perahu yang menangkut kepala kambing dan aneka rupa sajen lainnya dinaikkan ke perahu motor nelayan untuk kemudian dilarung ke laut. Perahu berangkat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pecangaan.
Selain perahu yang mengangkut sesaji, ada pula beberapa perahu nelayan yang mengiringi. Tak hanya itu, menumpang perahu motor karet, beberapa petugas dari Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Pati ikut mendampingi perahu-perahu nelayan yang berangkat ke laut lepas.
Prosesi larung sesaji diiringi lantunan tembang Jawa “Perahu Layar”, alunan selawat nabi, dan tabuhan rebana. Setelah miniatur perahu yang mengangkut sajen dilepas dan tokoh agama desa setempat memimpin doa bersama, orang-orang melakukan “bancakan” alias makan bersama di atas perahu.
Kepala Desa Pecangaan, Mattono, berharap masyarakat bisa memaklumi bahwa keramaian sedekah laut tahun ini terpaksa ditiadakan.
“Kami perwakilan dari masyarakat hanya melaksanakan ritual, tidak ada keramaian apa pun. Kita mesti mematuhi protokol kesehatan.
Namun, Alhamdulillah persyaratan adat sudah terpenuhi. Sementara, kegiatan pengiring, antara lain pementasan ketoprak, ditiadakan,” papar dia.
Mattono berdoa, semoga pelaksanaan ritual adat ini menjadi berkah bagi warga. Ia juga berdoa agar masyarakat Pecangaan diberi kebahagiaan dunia-akhirat dan kelancaran rezeki.
Sementara, Kasat Polairud Polres Pati, Iptu Sutamto menuturkan, pelaksanaan ritual larung sesaji hari ini sengaja dibuat sesingkat mungkin.
“Perkiraan saya selesai pukul sepuluh, tapi tadi 10 kurang lima menit sudah selesai. Pesertanya pun dibatasi, hanya perangkat desa, panitia, ditambah Danramil, Kapolsek, dan beberapa petugas kami,” ujar dia.
Sutamto bersyukur, pelaksanaan ritual relatif aman-terkendali.
“Tidak diperbolehkan banyak kapal ikut berbondong-bondong. Dan ternyata bisa terkendali, selama prosesi tadi kami hanya mengawal empat kapal (perahu nelayan). Alhamdulillah, sudah rapi dan bagus. Dari berangkat sampai pulang tidak sampai satu setengah jam,” tandas dia.
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :