Breaking News:

Berita Semarang

Tahukah Kamu, 1,5 Juta Kendaraan di Jateng Nunggak Pajak

Satu di antara PAD dari pajak daerah yang mengalami penurunan signifikan yakni dari pajak kendaraan bermotor (PKB)

Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Ridimanjaya bersama Unit Lantas Polsek Semarang Tengah sedang memeriksa pajak kendaraan bermotor, Jumat (15/12/2017) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Akibat pandemi Covid-19 saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah pada triwulan pertama 2020 sedikit melempem.

Realisasi PAD baru tercapai Rp 2,696 triliun atau 16,86 persen dari target Rp 15,993 triliun.

Artinya, PAD turun 5,08 persen dari 2019 pada periode yang sama.

Satu di antara PAD dari pajak daerah yang mengalami penurunan signifikan yakni dari pajak kendaraan bermotor (PKB).

Dari sekitar 9,3 juta kendaraan bermotor di Jateng masih ada lebih dari 1,5 juta kendaraan yang nunggak pajak.

Fakta saat ini, pajak kendaraan bermotor yang nunggak mencapai Rp 450 miliar, per Januari 2020.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng, Tavip Supriyanto telah melakukan berbagai upaya untuk menaikkan pendapatan dari PKB.

Antara lain, Pemprov Jateng melalui Bapenda memberlakukan kebijakan pembebasan sanksi administrasi keterlambatan bayar dan penggratisan bea balik nama.

Hal itu berdasarkan Pergub Jateng No 4 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pembebasan BBNKB II Dalam dan Dari Luar Provinsi Jawa Tengah dan Pembebasan Sanksi PKB.

Kebijakan itu diberlakukan selama lima bulan, tepatnya mulai 17 Februari 2020 hingga 16 Juli 2020.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved