Breaking News:

Berita Semarang

Suami Istri di Pedurungan Semarang Dapat BST, Ketua RT: Katanya Semua Kader PKK Dapat

Sepasang suami-istri di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang, terdaftar dalam penerima bantuan sosial tunai (BST). Hal tersebut diben

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Ilustrasi BST - Penerima manfaat diambil foto oleh petugas pos sebagai bukti telah memgambil bantuan sosial tunai (BST) tahap dua dari Kementerian Sosial, Minggu (7/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sepasang suami-istri di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang, terdaftar dalam penerima bantuan sosial tunai (BST). Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RT 02 RW 03 Muktiharjo Kidul, Moechsin, Selasa (23/6/2020). 

"Yang suaminya memang saya ajukan, tapi istrinya bukan pengajuan dari saya selaku RT. Saya cek dua-duanya namanya ada. Tapi, pengambilan kertas undangannya tidak lewat saya. Katanya kertasnya hilang," terang Moechsin, Selasa (23/6/2020).

Dia sudah menanyakan hal tersebut kepada pihak RW maupun kelurahan namun dari keterangan yang didapatkan alasan istri tersebut mendapatkan BST yakni karena dia merupakan kader PKK.

Cerita dan Resep Ampuh Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia Digemari Cewek-cewek Cantik

Apa Pekerjaan Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia hingga Digemari Cewek-cewek Cantik?

Bagaimana Cara Bikin Cewek Cantik Nyaman Dekat Mbah Kung? Jangan Langsung Ngajak Tidur

Cewek Cantik Seperti Apa yang Didekati Mbah Kung? Bukan Anak Teman, Bukan Istri Orang

Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia Asli Surabaya Ngekos di Semarang

"Katanya semua kader dapat. Kebetulan yang istrinya itu kader. Tapi bukannya aturannya kan satu KK satu penerima," ujarnya.

Dia menyebutkan, kasus satu keluarga mendapatkan dua kuota BST hanya ada satu di RT tersebut. Tentu, ini menjadi kecemburuan sosial bagi warga yang lain.

"Harapan saya kalau ada orang mengajukan tanpa sepengetahuan RT jangan diterima karena itu bisa menjadi masalah," tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Muthohar mengatakan, jika satu KK mendapatkan dua kuota BST seharusnya tidak ada. Aturannya, satu keluarga hanya ada satu penerima BST.

"Dilaporkan saja ke kelurahan karena yang mengakses aplikasi di Kelurahan. Kalau mau ke Dinsos, silakan tidak apa-apa," ucapnya.

Pihaknya juga menampik informasi bahwa setiap kader PKK mendapatkan kuota BST.

"Itu tidak benar," ucapnya. (eyf)

Masih Banyak Orangtua Siswa Tak Paham Sistem PPDB Online Tingkat SMP di Semarang

Seperti Apa Sebenarnya Hubungannya dengan John Kei hingga Mau Dibunuh? Ini Rekam Jejak Nus Kei

KSAD Jenderal Andika Perkasa Santuni Keluarga Helikoter Jatuh

Sudah Tak Nyaman, Bintang Emon Putuskan Jual Akun Instagram ke Sosok Ini

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved